Menjaga Telinga Hati dari Tuli (Bagian 2)

Banyak cara untuk mencegah tuli. Salah satunya menggunakan alat peredam suara,

SAGA

Selasa, 04 Jun 2013 15:41 WIB

Author

Ade Irmansyah

Menjaga Telinga Hati dari Tuli (Bagian 2)

Telinga Hati, Tuli, Jakarta, Atieq SS Listyowati, Bising

Peredam Suara

Mulai dari mahasiswa sampai para pensiunan.  Indratini, nenek 66 tahun salah satunya.  “Saya telah mempelajari itu memang bagus sekali dan saya mendukung 100 persen. Saya gak mau anak-anak dan cucu saya nanti jadi rusak telinganya dan tuli, makanya kita sebagai generasi tua itu harusnya juga ikut peduli juga. Saya mengimbau kepada ibu-ibu yang lain juga harus memikirkan dampaknya dari kemajuan teknologi itu pada anak-anaknya”

Wen, pensiunan pegawai swasta ikut bersuara soal pentingnya ancaman suara bising.  “Dampak buat pribadi ya saya sendiri jadi rajin menjaga kebersihan telinga ya, trus anak cucu juga selalu diperhatikan, temen-temen juga selalu diingatkan lagi pentingnya menjaga kesehatan telinga ini. Kesehatan pendengaran. Pendengaran itu kan alat kamunikasi utama, kalau kita terganggu pendengarannya pertama berkomunikasi sulit, kedua menikmati hidup mendengarkan musik jadi susah yah”

Banyak cara untuk mencegah tuli.  Salah satunya menggunakan alat peredam suara, jelas pengurus Komunitas Telinga Hati, Atieq. “Bagi-bagi brosur, ear plug, ear mup. Ini yang seperti saya pakai ini ear plug namanya. Ini minimal harus dipakai nih sama para pengguna jalan. Tujuannya untuk meredam suara, jadi ini ada filtrasinya. Kita masih dengar, aku masih dengar mas berbicara apa segala macam, Cuma bisingnya sudah tersaring gitu. Murah kok, kalau dari agennya hanya berapakok”

Salah satu peserta aksi  Miranda, semakin sadar pentingnya menjaga telinga dari ancaman kebisingan seperti yang bersumber dari musik.  “Kan banyak ya mas sekarang itu remaja dimana-mana pakai head set. Sudah gitu suaranya itu besar sampai orang yang ga pakai headset disampingnya itu bisa kedengaran juga itu dapat mengganggu aktifitas sel rambut di koklea itu loh, jadi Koklea itu punya sel rambut itu lama-lama rontok kalau misalnya denger suara keras itu ntar lama-lama kita gak bisa dengar. Dari dengar itu kita bisa kena gangguan keseimbangan juga, kita bisa kena penyakit-penyakit yang ngeri-ngeri deh sampai pada menggunakan alat bantu dengar gitu”

Selain suara yang sangat berisik, faktor pemicu apa lagi yang dapat menyebabkan tuli?

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - SAGA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18