Bagikan:

Sekolah Kita: Sekolah Perjuangan Anak Rumpin (4)

Kehadiran Sekolah Kita, tentu saja bukan untuk menyelesaikan sengketa tanah di sana. Lewat sekolah ini setidaknya kata Ana anak-anak Rumpin di masa datang bisa mandiri sekaligus jadi motor penggerak perubahan.

SAGA

Senin, 27 Mei 2013 19:46 WIB

Author

Nurika Manan

Sekolah Kita: Sekolah Perjuangan Anak Rumpin (4)

Sekolah, Rumpin, Neneng, Bogor, Anak

Motor Perubahan

Lewat lembaga pendidikan alternative ini, anak-anak Rumpin diharapkan mampu bertahan hidup di tengah sengketa, jelas Ana Agustina. “Belajar itu bisa di mana saja ya. Jadi mereka bisa melakukan apapun di sekolah ini, tanpa terkotak oleh satu kurikulum nasional yang membatasi mereka dalam berkarya, berkreasi, bereksplorasi atau bereksperimentasi.”

Para relawan sekolah ini mendidik anak-anak untuk percaya diri dan  berani menghadapi masalah yang menghadang mereka kelak, timpal Rara.“Mereka bisa mengekspresikan segalanya kalau PD, kalau nggak PD mereka tidak mungkin bisa mengungkapkan idenya, sesuatu yang baru, pasti mereka akan malu. Dan ketika mereka menjadi kreatif, maka mereka akan mau mencari solusi-solusi yang baru dalam masalah yang mereka hadapi. Jadi kita ingin menguatkan masyarakat dalam konteks  anak-anak supaya mereka mandiri, tidak hanya soal pelajaran formal di sekolah namun juga membekali dengan inspirasi dan saling sharing pendidikan karakter dan nilai-nilai.”

Rekannya Ana menimpali, “Kita tu sering mengajak anak-anak berkarya, terus mengemukakan pendapat, menceritakan apa yang mereka alami dan yang mereka tahu. Dan itu dilatih terus-terusan, bukan hanya menerima dari kakak-kakaknya tapi juga menyampaikan informasi ke kakak-kakaknya. Dan keseringan itu kita latih, dan adik-adik kita sudah mulai berani ke depan. Bahkan kita pernah ikutkan kegiatan hari anak universal di Jakarta, dan mereka dapat juara.”

Kehadiran Sekolah Kita, tentu saja bukan  untuk menyelesaikan sengketa tanah di sana. Lewat sekolah ini setidaknya kata Ana anak-anak Rumpin di masa datang bisa mandiri sekaligus jadi motor penggerak perubahan.

Harapan senada yang disampaikan warga setempat, Neneng. “Mudah-mudahan anak-anak ini bisa. Kalau masalah perjuangan Rumpin ini pengennya diselesaikan sama kita-kita, anak –anak tinggal merasakan kesenangannya. Tapi kita-kita juga kan ada perasaan cemas tidak selesai. Siapa tahu dengan anak-anak ke depan udah persiapan ilmu, pendidikan. Bisa lebih membangun Rumpin ini biar lebih maju dan mensejahterakan tanah dan masyarakatnya sendiri,” pungkasnya.

Editor: Taufik Wijaya 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?