Kicau SBY di Twitter

Ada yang senang membaca cuit-cuit SBY di media sosial dengan 140 huruf tersebut. Tapi ada pula pengikut SBY di

SAGA

Kamis, 30 Mei 2013 19:52 WIB

Author

Eli Kamilah

Kicau SBY di Twitter

SBY, Jakarta, Twitter, Media Sosial, komunikasi

KBR68H - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  dinilai sebagian kalangan terlambat berinteraksi dengan rakyat di dunia maya lewat Twitter. Meski demikian sejak diluncurkan pertengahan April silam, akun resmi Presiden @SBYudhoyono di situs mikro blog itu sudah diikuti lebih dari 2 juta pengikut. Ada yang senang orang no 1 di republik ini bergabung di ‘Twitterland’. Tapi ada pula yang curiga langkah  Ketua Umum Partai Demokrat tersebut sekadar pencitraan jelang Pemilu 2014.

“Jika ada perlakuan terhadap pekerja yg tidak manusiawi & melanggar hukum seperti yang ada di Tangerang, masyarakat agar melaporkan. *SBY*”

Itu adalah komentar atau kicauan  Presiden SBY  yang ditulis di akun twitternya @SBYudhoyono pada Senin, 6 Mei silam.  Cuit SBY tadi sempat di retweet  lebih dari 1200 follower atau pengikut akun SBY. Retweet adalah istilah untuk memposting kembali kata-kata dari pengguna twitter lainnya.

SBY tengah menyikapi kasus perbudakan modern yang dialami enam pekerja. Mereka disekap dalam sebuah bilik gelap dan pengap, di pabrik pembuatan kuali ilegal, di Kampung Bayur Kopak, Desa  Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat. Selain enam orang yang disekap, polisi juga menemukan empat pekerja di bawah 17 tahun dengan kondisi tidak terawat dan mengenakan pakaian compang camping. Bahkan dari 25 pekerja, 17 di antaranya, selama dua bulan tidak menerima gaji. SBY kemudian berkomentar lagi.

“Tindakan penyekapan terhadap para pekerja di Tangerang tidak dapat dibenarkan. Polri telah bekerja utk tegakkan hukum. *SBY*”

Kicauan kali ini di retweet  lebih dari 800 pengikut SBY.

Ada yang senang membaca cuit-cuit SBY di media sosial dengan 140 huruf tersebut. Tapi ada pula pengikut SBY di  ‘twitterland’ yang berkomentar sinis. Seperti yang ditulis akun @farry yang mengomentari cuit SBY soal penegakan hukum yang sudah dilakukan Polri dalam kasus perbudakan modern di Tangerang. Farry menulis komentar “standar amat” atau dengan kata lain tanggapan SBY terkesan normatif. SBY juga dinilai belum merespon keluhan yang disampaikan masyarakat. Seperti disampaikan salah satu warga Jakarta, Citra. “Sebenarnya keberadaannya positif, cuma dioptimalisasikan fungsinya. Maksudnya untuk respon ke masyarakatnya itu masih kurang,” katanya.

Sejak diluncurkan 13 April lalu, lebih dari dua juta akun  yang  mengikuti akun @SBYudhoyono.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - SAGA

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak