Kiprah Dokter Muda van Bandung

Organisasi nirlaba ini menjaring kaum muda lintas ilmu untuk digandeng mengabdi kepada sesama.

SAGA

Rabu, 24 Apr 2013 17:34 WIB

Author

Ade Irmansyah

Kiprah Dokter Muda van Bandung

dokter, vol-d, volunteer doctors, bandung, unpad

KBR68H - Dani Ferdian namanya. Dokter muda ini bersama sejumlah rekannya membidani kelahiran lembaga Volunteer Doctors. Organisasi nirlaba ini menjaring kaum muda lintas ilmu untuk  digandeng mengabdi kepada sesama. Sejumlah aksi kemanusiaan sudah mereka lakukan. KBR68H pergi ke Bandung, Jawa Barat melihat kiprah Dani bersama pegiat Volunteer Doctors.

Udara di taman kampus Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat petang itu terasa sejuk. Beberapa orang  duduk membentuk lingkaran kecil. Mereka tengah menggelar diskusi usai perkuliahan.  Salah satu yang terlibat perbincangan informal itu Dani Ferdian.

Disela kesibukannya sebagai salah satu dokter jaga di Rumah Sakit  Hasan Sadikin, Bandung, Dani masih menyempatkan diri menemui adik angkatannya di kampus. Dokter muda itu kini tengah menunggu surat penugasannya  di daerah.  Sejak masa sekolah dulu, Dani memang gemar berorganisasi. Aktivitas sosial kemasyarakatan ini  berlanjut hingga di bangku kuliah.

“Saya senang kegiatan pengabdian pada masyarakat makanya dulu aktifitas-aktifitas saya di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pernah menjabat tim Bina Desanya BEM Keluarga Mahasiswa Unpad terus di Fakultas Kedokterannya jadi Menteri Pengabdian Masyarakat. Di bidang politik kampusnya, saya megang Menteri Dalam Negeri waktu pas di BEM. Jadi basic-nya memang suka organisasi akhirnya ikut kegiatan-kegiatan kaya gitu. Tapi lebih spesifiknya ke pengabdian masyarakat dan politik kampusnya, karena itu passion saya,” katanya.

Pilihannya  berkuliah di Fakultas Kedokteran tak lepas dari minatnya untuk mengabdi kepada masyarakat. “Pas mau milih SPMB dulunya saya mikir, kira-kira bidang apa yang kegiatan sosialnya itu, aktifitasnya sosialnya paling gede dan aktifitas sosialnya itu yang membawa kemanfaatan. Makanya dulu saya mikirnya, saya pengen nih pas udah di kuliah nanti jadi ada dibidang yang sering bisa turun ke masyarakat bidang keilmuannya, nah pas ditilik dari tujuannya itu, saya lebih melihat bahwa yang lebih menampung itu adalah kedokteran gitu, makanya saya memilihnya Fakultas Kedokteran,” jelasnya.

Bagaimana kisah berdirinya Vol-D?

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Program Siswa Asuh Sebaya Bantu Pelajar Berstatus Ekonomi Kurang Mampu

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Let's Happy Be Healthy with Mima Shafa

WHO Sediakan Jutaan Unit Tes Cepat COVID bagi Negara Miskin