Jejak Darah Baret Merah di Cebongan (II)

Penyerangan anggota Kopassus ke Penjara Cebongan sudah tercium sejak siang hari.

SAGA

Selasa, 09 Apr 2013 20:00 WIB

Author

Indra Nasution

Jejak Darah Baret Merah di Cebongan (II)

kopassus, penjara cebongan, TNI AD

Pelaku Eksekusi

Pada Sabtu tengah malam 23 Maret silam  para pelaku menyambangi Penjara Cebongan. Mereka memaksa masuk dan menodongkan senjata ke kepala pengamanan penjara Margo Utomo.  Sebelas tentara yang menggunakan penutup wajah  tersebut meminta Margo menunjukan 4 tahanan yang mereka incar.

Di Blok A5 terdengar suara letusan senjata. Dor-dor-dor!

Hanya satu orang  yang mengeksekusi. Yermiyanto, Adrianus, Hendrik alias Deki, dan Yohanes tewas. Tubuh mereka  bersimbah darah. Menurut Ketua Tim Investigasi TNI-AD, Unggul K. Yudhoyono pelaku berinisial U. Di tempat kejadian perkara polisi menemukan puluhan selongsong terang Juru Bicara Kepolisian Yogyakarta Ani Pudjiastuti.“Yang jelas, dari selongsong peluru, dari 31 selongsong, itu termasuk 19 proyektil, ukuran proyektil adalah 7,62 mm. Jenis apa senjatanya, masih dalam identifikasi puslabfor semarang. Olah TKP dan pemeriksaan saksi masih berlanjut,” katanya.

Tapi kepolisian telah menghentikan penyelidikan kasus ini pasca TNI mengumumkan hasil penyelidikan.Juru Bicara Mabes Polri, Boy Rafli Amar. “Terhadap apa yang sudah disampaikan terkait temuan Tim Investigasi TNI sudah dilakukan komunikasi dengan Tim Investigasi Polri juga kemarin. Tentunya, dalam hal ini terkait adanya dugaan keterlibatan oknum TNI, maka proses penyelidikan akan menjadi ranah wewenang Polisi Militer.”

Penyerangan anggota Kopassus ke Penjara Cebongan sudah tercium sejak siang hari. Kepala penjara Sukamto mengaku telah meminta tambahan personil keamanan. Namun tak ada tanggapan dari Kepolisian dan TNI. “Saya mencoba berkoordinasi dengan teman – teman. Teman – teman sudah gelisah , Pak jangan – jangan ada kejadian seperti itu ( kasus penyerangan kantor polisi di Sumatera selatan). Karena personil saya terbatas Cuma 8 orang yang jaga, dan kedua senjata saya juga terbatas . Untuk itu kami telah meminta penambahan pengamanan, dan dijanjikan pengamanan . dan dijanjikan akan ada pengamanan dari Korem dan Polda, tetapi hal itu tetap terjadi. Tetapi saya tidak tahu, karena sampai hari itu tidak ada laporan dan sebagainya,” katanya.

Misteri kelompok bersenjata, penyerang  Penjara Cebongan mulai  terungkap. Proses peradilan  para pelaku di pengadilan militer dikhawatirkan tidak berlangsung adil dan transparan.


Mengapa?

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - SAGA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17