Dedikasi Nakes Vaksinasi di Wilayah Terpencil

Ragam upaya untuk mencapai kekebalan komunal

Tenaga kesehatan Puskesmas Bekawan, Indragiri Hilir, Riau memberikan vaksin Covid-19 ke warga di sebuah warung. Vaksinasi di wilayah terpencil memakai strategi

Rabu, 16 Maret 2022

KBR, Riau - Selepas Subuh, Rivan Ramadhana dan kelima rekannya bersiap berangkat.

Mereka menerjang gerimis karena harus segera naik kapal cepat atau speedboat. Jika telat, air keburu surut, kapal tak bisa jalan.

Rivan dan kelima rekannya adalah tenaga kesehatan di Puskesmas Bekawan, Indragiri Hilir, Riau.

Mereka sedang menuju lokasi vaksinasi Covid-19 di Desa Cahayu Baru. Desa ini tak bisa diakses lewat jalur darat.

Setelah hampir satu jam menyusuri anak sungai Dusun Baru, kapal mulai berjalan pelan. Di kanan-kiri, terlihat para petani sedang mengumpulkan kelapa.

Sampah sabut kelapa bertebaran di sungai, laju kapal pun terhambat.

“Sampahnya banyak, tidak bisa ngebut masuk ke dalam. Air pun sudah mulai surut,” kata Rivan.

“Oke, kandas lagi,” ucap Rivan saat kapal kembali gagal melaju.

Baca juga: Kiprah Posyandu Khusus ODHA, Makin Relevan di Masa Pandemi

Rivan dan tim nakes Puskesmas Bekawan menjangkau desa terpencil dengan kapal cepat (speedboat). Wilayah kerja mereka meliputi 5 desa dengan target 5 ribuan jiwa. (Foto: KBR/Elvi).

Pengemudi kapal akhirnya menyerah. Mereka merapat ke dermaga terdekat. Perjalanan mesti disudahi dan disambung jalur darat dengan berjalan kaki.

Ternyata kondisi sungainya begitu berbahaya. Lumayanlah sekitar setengah kilo lagi berjalan,”

“Semangat untuk tim vaksin…setengah kilo lagi kita berjalan ya,” seru Rivan kepada rekan-rekannya.

Mereka terpaksa melepas sepatu, karena jalan yang becek, berlumpur dan licin. Gerimis pun tak kunjung reda.

Setelah 40 menit perjalanan bertelanjang kaki, rombongan Rivan tiba di Desa Cahaya Baru. Mereka ke lokasi pertama vaksinasi di rumah salah satu warga.

Belasan orang sudah menunggu di sana.

“Memang tidak banyak. Kenapa tidak di kantor desa karena kondisi dari pagi memang hujan, sampai sekarang masih gerimis dan jalan pun tidak bisa dilewati,” tutur dia. 

Baca juga: Potret Ketimpangan Akses Layanan Kesehatan Mental

Nakes Puskesmas Bekawan menyuntikkan vaksin di atas kapal cepat (speedboat). (Foto: KBR/Elvi).

Total 4 rumah dan 1 warung mereka datangi dengan bekal 40 dosis vaksin.

Muslim, warga desa setempat, antusias menerima vaksin dosis pertama.

“Agak lebih nyaman, imun tubuh kita lebih kuat. Jadi kita mau ke mana-mana tidak khawatir lagi,” kata Muslim.

Sebagai rasa terima kasih, beberapa warga memberikan hasil pertanian kepada tim nakes Puskesmas Bekawan. Rivan dan kawan-kawan pun terharu.

“Kerja sambil mendapatkan hadiah dari masyarakat setempat. Dapat nangka, daun serai, daun pisang sama pisang-pisangnya. Dapat kelapa parut,” ujar Rivan riang.

Jelang sore, tim nakes Puskesmas Bekawan bergegas ke dermaga untuk pulang saat air pasang. Mereka dicegat seorang warga yang minta divaksin. Alhasil, penyuntikan dilakukan di atas speedboat.

“‘Kak, jadi ya vaksinnya. Kita di sini aja ya vaksinnya,’ inilah kegiatan kami. Alhamdulillah masyarakat antusias ada yang minta tunggu, akhirnya ketemu juga di jalan, meskipun di dalam sungai pas perjalanan pulang,”

Per akhir Februari 2022, capaian vaksinasi dosis 1 di lingkup Puskesmas Bekawan hampir 90 persen. Untuk dosis 2 mencapai 50-an persen dan suntikan penguat atau booster baru diberikan kepada nakes.

Nakes Puskesmas Bekawan menerima buah sawo dari warga sebagai ungkapan terima kasih. (Foto: KBR/Elvi).

Sejak 2 Desember 2021, Kabupaten Indragiri Hilir mencanangkan Pekan Vaksinasi Covid-19. Tiada hari tanpa vaksinasi di puskesmas maupun door-to-door.

Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan berharap upaya ini bisa mempercepat kekebalan komunal di wilayahnya.

“Kita setiap hari akan melaksanakan kegiatan vaksin sehingga nanti prosentasenya akan lebih tinggi,” ujar Wardan. 

Dengarkan Saga episode Dedikasi Nakes Vaksinasi di Wilayah Terpencil di KBR Prime, Spotify, Google Podcast, dan platform mendengarkan podcast lainnya.