Cegah Kanker Mulut dengan SAMURI

Ini merupakan singkatan dari Periksa Mulut Sendiri.

RUANG PUBLIK , BERITA

Jumat, 28 Des 2018 14:52 WIB

Author

Nurhayati

Dokter Rahmi (kiri) dan Dokter Ratna (kanan) narasumber Ruang Publik KBR dengan tema kanker mulut. (

Dokter Rahmi (kiri) dan Dokter Ratna (kanan) narasumber Ruang Publik KBR dengan tema kanker mulut. (Foto: KBR)

KBR, Jakarta - Istilah SAMURI mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Ini merupakan singkatan dari Periksa Mulut Sendiri. Apa gunanya? Untuk mencegah kanker mulut. 

Drg. Rahmi Amtha, MDS, SpPM, PhD dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti mengatakan dengan melakukan SAMURI setiap hari, kita bisa mendeteksi segala macam kelainan atau perubahan dalam jaringan lunak mulut.  “Lesi pra kanker itu kadang-kadang tidak bergejala, hanya perubahan warna, bentuk, ukuran atau tekstur,” ungkap dokter Rahmi. 

Menurutnya kanker mulut merupakan kanker dengan persentase angka kematian yang tinggi, sekitar 50 persen, karena kanker mulut sering terdiagnosis pada tahap akhir atau stadium lanjut. “Banyak juga orang-orang yang tidak menyadarinya karena ada yang rasanya sakit dan tidak,” ujar dokter Rahmi dalam perbincangan Ruang Publik KBR (12/12). 

“Gejalanya sangat simple dan remeh berupa sariawan atau luka di dalam mulut. Tapi sariawan yang diikuti rasa sakit adalah sariawan normal. Tapi kalau sariawan yang khas menuju kanker mulut adalah sariawan yang tidak pakai sakit,” lanjut dokter Rahmi. 

Salah satu penyintas kanker mulut adalah drg. Ratna Indrajanti Sunoto, MKes. Dia bercerita mengalami gejala seperti yang dijelaskan dokter Rahmi. “Tapi saya dengan rasa sakit yang berkepanjangan,” tuturnya.

Dokter Ratna mengatakan saat itu dia mengalami sakit di beberapa bagian seperti telinga bagian dalam, kepala bagian kiri dan atas, kadang disertai rasa berdenyut. Setelah pemeriksaan intensif diketahui ternyata dia menderita kanker pangkal lidah. “Karena lokasinya yang kebetulan ada di bagian belakang lidah di mana makanan harus melewati area tersebut sehingga sakitnya jadi lebih menonjol,” jelas dokter Rahmi.

Dokter Ratna menekankan pentingnya kanker dideteksi sejak dini. “Yang penting ya, setiap kanker kalau bisa dideteksi pada saat dini atau tahap awal, itu penting sekali untuk kelanjutannya. Seperti saya, yang selalu periksa akhirnya ketahuan tahap dini jadi pengobatannya hanya operasi tanpa terapi lanjutan,” jelasnya.

Kanker mulut adalah suatu pertumbuhan jaringan dalam rongga mulut yang tidak bisa dikendalikan. Bagian-bagian rongga mulut yang diklasifikasikan sebagai kanker mulut di antaranya: bibir, lidah, gusi, langit-langit mulut dan kelenjar liur.

Ada beberapa kebiasaan kata dokter Rahmi yang cukup berperan dalam kanker mulut selain faktor genetik. “Yaitu merokok, minum alkohol, mengunyah sirih pinang. Kemudian faktor pendukung lainnya adalah Genetik,” kata dia. 

“Jadi kalau faktor keturunan itu sudah dibawa oleh seseorang, faktor-faktor yang tadi disebutkan itu akan berinteraksi dengan faktor gen di dalamnya, sehingga pada satu waktu dia akan menyebabkan secara klinis yang kita sebut kanker mulut dan virus yang dinamakan HPV juga ikut berkontribusi,” jelas dokter Rahmi.

Jadi mulailah melakukan SAMURI setiap hari. “Caranya: Cuci tangan terlebih dahulu. Berdiri di depan cermin. Lalu bibir atas naikkan ke atas, lihat dan sentuh. Setelah itu raba pipi kanan mengunakan ibu jari dan telunjuk untuk melihat semua bagian dalam mulut apakah ada perubahan warna, bentuk, ukuran dan tekstur,” tutup dokter Rahmi.

Editor: Vitri Angreni

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.