Ada Apa dengan Dog Meat Free?

Di Asia, diperkirakan ada 30 juta anjing yang dibunuh untuk dikonsumsi oleh manusia setiap tahun, satu juta di antaranya ada di Indonesia.

RUANG PUBLIK | BERITA | KABAR BISNIS

Selasa, 06 Nov 2018 17:39 WIB

Author

Rizal Wijaya

Ada Apa dengan Dog Meat Free?

KBR - Di Asia, diperkirakan ada 30 juta anjing yang dibunuh untuk dikonsumsi oleh manusia setiap tahun, satu juta di antaranya ada di Indonesia. Mereka ditangkap dan dicuri untuk diangkut ke seluruh wilayah Indonesia, guna memenuhi permintaan daging anjing. Kondisi ini menggugah beberapa kelompok yang tergabung dalam Koalisi Dog Meat Free Indonesia untuk melakukan kampanye menghentikan konsumsi daging anjing.

Beberapa hari lalu Koalisi Dog Meat Free Indonesia merayakan 1 juta tanda tangan petisi yang meminta dihentikannya perdagangan daging anjing dan kucing. Akan dibahas dalam Ruang Publik bersama Creative/Campaign Coordinator Jakarta Animal Aid Network Koalisi Dog Meat Free Indonesia,Aya Diandara Salvator, Pada Rabu, 7 November 2018 Pukul 09.00 WIB.

Simak di 100 radio jaringan KBR dari Aceh hingga Papua, bagi yang di Jakarta bisa mendengarkan di 89,2 Power FM, via Fan page Facebook  Kantor Berita Radio KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio.

Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr. Dan akun instagram kbr.id. Jangan lupa sertakan TAGAR RUANG PUBLIK KBR 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik