Hadapi Tekanan Suku Bunga, Sri Mulyani Jaga Kepercayaan Diri Investor

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan tetap fokus menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 23 Okt 2018 14:59 WIB

Author

Ria Apriyani

Hadapi Tekanan Suku Bunga, Sri Mulyani Jaga Kepercayaan Diri Investor

Menteri Keuangan Sri Mulyani mendengarkan paparan tentang APBN KiTA edisi Oktober di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (17/10/2018). (Foto: ANTARA/ M Adimaja)

KBR, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan tetap fokus menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. Ini dilakukan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan ekonomi global. Menurut Sri, pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi untuk menarik arus modal masuk ke dalam negeri.

"Kita akan terus memperbaiki iklim investasi. Insentif dilakukan selektif dan terukur. Sehingga confidence terhadap perekonomian tetap terjaga," ujar Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (23/10/2018).

Selain itu, menurutnya, para investor juga dipastikan akan tetap menikmati beragam fasilitas, termasuk dalam hal pajak. Kementerian Keuangan juga masih mengkaji kemungkinan perluasan tax holiday dan tax allowance.

Tahun ini, rupiah beberapa kali dihantam kondisi ekonomi global. Pertengahan Oktober, nilai rupiah sempat tembus Rp15.238,- per dolar AS. Kendati begitu, Sri menjelaskan sejauh ini, kondisi perekonomian Indonesia masih stabil.

Hingga September 2018, ekonomi Indonesia masih tumbuh 5,17%. Sementara inflasi pada akhir September 2018 masih di angka 2,9% dengan suku bunga SPN 3 bulan realisasinya 4,8%, lebih rendah dari target APBN 2018 5,2%.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah