Share This

Patriotisme dan Nasionalisme Pada Pemuda, Pentingkah?

RUANG_PUBLIK

Selasa, 19 Sep 2017 14:39 WIB

Rasa nasionalisme dan patriotisme sangatlah penting, baik dikalangan orang dewasa, remaja maupun di kalangan anak-anak. Namun di era globalisasi ini, rasa nasionalisme para generasi muda semakin lama semakin terkikis, membuat masa depan Indonesia terancam.Rasa kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme telah tergusur oleh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya Indonesia. Momentum peringatan Sumpah Pemuda yang menjadi awal lahirnya nasionalisme di kalangan pemuda pun semakin diabaikan, dan hanya beberapa saja yang peduli. Mengapa bisa seperti itu dan apakah yang harus dilakukan untuk memperbaikinya? Mari kita simak perbincangan Ruang Publik KBR pada Rabu, 20 September 2017 pukul 09.00 WIB bersama, Drs. Mandir Ahmad Safii, M.Pd. selaku Kepala Bidang Organisasi Kepemudaan dan Drs. Jaya Sutrisna selaku Kepala Bidang Organisasi Kemahasiswaan, Asdep Organisasi Kepemudaan dan Pengawasan Kepramukaan, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Simak di radio jaringan KBR yang tersebar di seluruh Indonesia, bagi yang di Jakarta bisa dengarkan di 103.4 D FM Jakartaatau via Youtube Channel:Ruang Publik KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsadi 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 08121188181 atau mention ke akun twitter @halokbr.

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.