Share This

Seperti Apa Nutrisi yang Tepat Untuk Penderita Kanker Kepala Leher?

Tanggal 27 Juli 2018 diperingati sebagai Hari Kanker Kepala Leher Sedunia. Kanker ini menempati urutan insidensi kanker terbanyak ke-6 .

RUANG PUBLIK

Selasa, 10 Jul 2018 17:37 WIB

Tanggal 27 Juli 2018 diperingati sebagai Hari Kanker Kepala Leher Sedunia. Kanker ini menempati urutan insidensi kanker terbanyak ke-6 di dunia dengan temuan mencapai 550 ribu kasus dan perkiraan kematian 300 ribu kasus per tahunnya. Berdasarkan data dari Poli Bedah Onlogi RCSM dari tahu 2013 hingga 2016, pasien kanker kepala leher yang datang berobat pada stadium lanjut mencapai 86 persen. Apa penyebab tingginya pasien yang datang dalam keadaan satdium lanjut? dan nutrisi seperti apa yang tepat para penyintas kanker khususnya kanker kepala leher? Akan dibahas dalam Ruang Publik KBR bersama Ketua Departemen Ilmu Gizi FKUI RSCM,  Dr.dr. Fiastuti Witjaksono, MKM, MS, SpGK(K), Pada Rabu, 11 Juli 2018 Pukul 09.00 WIB.

Simak di 100 radio jaringan KBR dari Aceh hingga Papua, bagi yang di Jakarta bisa mendengarkan di 89,2 Power FM, via Fan page Facebook  Kantor Berita Radio KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr. Jangan lupa sertakan TAGAR RUANG PUBLIK KBR 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.