OTT Suap Jabatan, Petugas KPK Palsu Datangi Tersangka

"KPK mengingatkan agar pihak-pihak lain tidak menyalahgunakan situasi untuk memeras atau melakukan penipuan dengan cara mengaku seolah-olah KPK"

NASIONAL

Kamis, 21 Mar 2019 08:00 WIB

Author

Muthia Kusuma, Astri Yuwana

OTT Suap Jabatan, Petugas KPK Palsu Datangi Tersangka

Waka KPK Laode M. Syarief menunjukkan barang bukti hasil OTT kasus dugaan suap jabatan di Kementerian Agama, Sabtu (16/3/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi rumah tersangka pemberi suap jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), Kepala Kanwil Kemenag Gresik, Muh. Muafaq Wirahadi. KPK bermaksud menjelaskan hak-hak tersangka kepada keluarga.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, pada lawatan tersebut, lembaga antirasuah ini menerima informasi dari   keluarga bahwa ada beberapa pihak diindikasikan sebagai “KPK gadungan” untuk memanfaatkan kasus korupsi yang menjerat Muafaq sebagai alat memeras keluarga. Terkait kasus penipuan ini, KPK telah bekerjasama dengan kepolisian untuk membuka pengaduan atas penipuan serupa.

"KPK mengingatkan agar pihak-pihak lain tidak menyalahgunakan situasi untuk memeras atau melakukan penipuan dengan cara mengaku seolah-olah KPK dan meminta uang. Kami telah bekerjasama dengan Polri secara intensif untuk memproses lebih lanjut pihak-pihak yang melakukan tindak pidana tersebut," kata Febri pada keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu, (19/3/2019).

Tim penyidik KPK  berada di Gresik untuk melakukan penggeledahan Kantor Kementerian Agama setempat  dari pagi hingga sore ini. KPK menyita dokumen terkait kepegawaian dan pengisian jabatan Kepala Kantor Kemenag Gresik.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di Jawa Timur pada Jumat (15/0519). Besoknya, KPK menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy,   Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanudin, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi  sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RUANG PUBLIK

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

What's Up Indonesia

Penyadapan Grup WhatsApp oleh Polisi Langgar Privasi Masyarakat

Kabar Baru Jam 7

News Beat