(CEKFAKTA) Ma’ruf Amin Klaim Indonesia Kembangkan 1.000 Startup Dalam Lima Tahun

Sampai tahun 2018 tercatat ada 992 startup di Indonesia. Sebanyak 604 startup memang muncul dalam lima tahun terakhir. Tapi 318 startup lainnya sudah berdiri sejak sebelum pemerintahan Jokowi.

RUANG PUBLIK , BERITA , NASIONAL

Senin, 18 Mar 2019 14:26 WIB

Author

Adi Ahdiat

(CEKFAKTA) Ma’ruf Amin Klaim Indonesia Kembangkan 1.000 Startup Dalam Lima Tahun

Ilustrasi. (Foto: Mike Dierken/Creative Commons)

Cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin, mengklaim industri startup di Indonesia terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

“…dengan adanya infrastruktur sekarang ini, yaitu infrastruktur digital, telah tumbuh usaha-usaha startup yang dalam tempo lima tahun atau empat tahun kita telah mengembangkan seribu startup,” ujarnya dalam Debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta (17/3/2019).


Cek Fakta: Dalam Lima Tahun Terakhir Hanya Ada 604 Startup Baru

Menurut data yang disusun MIKTI Indonesia Digital Creative Society dan TeknoPreneur dalam Mapping & Database Startup Indonesia 2018, hingga tahun 2018 sudah ada 992 startup di Indonesia.

Adapun angka pertumbuhan startup berdasarkan tahun berdirinya adalah:

- < Tahun 2007: 35 startup

- Tahun 2007 – 2012: 172 startup

- Tahun 2013 – 2018: 604 startup

- Tahun tidak diketahui: 181 startup

Dari data tersebut, jumlah pertumbuhan startup paling banyak memang terjadi selama periode 2013 – 2018.

Namun pernyataan Ma’ruf Amin tentang pertumbuhan 1.000 startup tidak sepenuhnya tepat.

Dalam lima tahun terakhir hanya ada 604 startup baru yang muncul. Sedangkan 137 startup lain sudah berdiri sejak sebelum tahun 2007 sampai tahun 2012, dan 181 startup sisanya belum diketahui.


Mayoritas Pekerja Startup adalah Sarjana, Terkonsentrasi di Jabodetabek

Dalam Mapping & Database Startup Indonesia 2018, disebutkan juga bahwa sebagian besar startup mempekerjakan karyawan di bawah 50 orang (88,25 persen), dan sebagian besar karyawan memiliki latar belakang pendidikan sarjana (80,32 persen).

Adapun problem yang paling banyak dihadapi startup adalah masalah modal (38,8 persen), SDM (29,4 persen), fasilitas (15 persen), regulasi (8,8 persen) dan juga pasar (7,9 persen).

Dari segi persebaran, startup paling banyak berada di Jabodetabek (522 startup atau 52,2 persen). Sisanya tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan dan juga Sulawesi.

Sedangkan Papua belum tercatat memiliki startup. 

(Sumber: Mapping & Database StartUp Indonesia 2018)

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RUANG PUBLIK

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17