Share This

Ayo Rawat Pendengaran Anda dari Sekarang

Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperingatkan, bahwa lebih dari 900 juta di dunia, berisiko kehilangan indra pendengaran menjelang tahun 2050 kecuali tindakan pencegahan segara diambil.

RUANG PUBLIK

Selasa, 06 Mar 2018 15:43 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperingatkan, bahwa 1 dari 10 orang di tingkat global, atau lebih dari 900 juta, berisiko kehilangan indra pendengaran menjelang tahun 2050 kecuali tindakan pencegahan diambil dari sekarang. Pencegahan yang seperti apa? Apa langkah yang harus dilakukan agar telinga kita sehat dan terhindar dari gangguan pendengaran bahkan ketulian? Semua akan dijelaskan dalam Ruang Publik KBR bersama Dr Damayanti Soetjipto yang merupakan Ketua Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran & Ketulian (Komnas PGPKT), Pada Rabu, 7 Maret 2018, pukul 09.00 WIB.

Simak di 100 radio jaringan KBR, bagi yang di Jakarta bisa mendengarkan di  Power Radio 89,2 FM,  via Fan page Facebook  Kantor Berita Radio KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr. Jangan lupa sertakan TAGAR RUANG PUBLIK 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.