(CEKFAKTA) Prabowo Klaim Ekonomi Indonesia Tidak Tumbuh, Ini Kata Bank Dunia

Bank Dunia menyebut, sejak lima kuartal terakhir, tepatnya sejak pertengahan 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkait dengan menggeliatnya sektor pertambangan dan infrastruktur.

RUANG PUBLIK | BERITA | NASIONAL

Senin, 18 Feb 2019 13:47 WIB

Author

Adi Ahdiat

(CEKFAKTA) Prabowo Klaim Ekonomi Indonesia Tidak Tumbuh, Ini Kata Bank Dunia

Pekerja menyelesaikan produksi NC2121 pesanan Thailand di hanggar PT Dirgantara Indonesia Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019). (Foto: ANTARA/Raisan al Farisi)

KBR, Jakarta - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyebut bahwa pembangunan infrastruktur tidak berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia juga mengklaim bahwa keterangan ini ia peroleh dari laporan Bank Dunia.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Debat Capres kedua yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta.

"Kalau kita pelajari dan kalau kita lihat sekarang dalam laporan-laporan Bank Dunia yang terakhir-terakhir, justru mengatakan bahwa hampir tidak kelihatan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi kita secara real daripada pembangunan infrastruktur," jelasnya (17/02/2019).


Fakta: Laporan Bank Dunia Soal Ekonomi Indonesia Belum Rampung

Berdasar pengecekan yang dilakukan CekFakta.com dan sejumlah tim media dalam Presidential Debate Live Fact-Checking di kantor Google Indonesia (17/02/2019), klaim Capres nomor urut 02 itu tidak sepenuhnya benar.

CekFakta.com menyampaikan bahwa di awal Januari 2019 Bank Dunia mengeluarkan keterangan resmi bahwa pihaknya memang menyusun laporan terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun laporan itu belum final.

Sebelumnya, Bank Dunia pernah memprediksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 akan mencapai 5,2 persen atau relatif sama dengan proyeksi pemerintah, yakni sebesar 5,14 sampai 5,21 persen.

Bank Dunia juga menyebut, sejak lima kuartal terakhir, tepatnya sejak pertengahan 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkait dengan menggeliatnya sektor pertambangan dan infrastruktur. Salah satu faktor pendorong utama adalah pulihnya investasi di sektor swasta yang membentuk peningkatan modal tetap bruto.

Dengan demikian, CekFakta.com berkesimpulan bahwa klaim Prabowo belum dapat dibenarkan, karena Bank Dunia masih belum menyelesaikan laporan secara keseluruhan.


(Sumber: www.cekfakta.com)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme