Share This

Menjaga Keberanian dalam Jurnalisme

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.

RUANG PUBLIK

Jumat, 23 Feb 2018 16:46 WIB

Keberanian menyuarakan kebeneran ke ruang publik, sekalipun harus berhadapan dengan tirani mayoritas, makin sulit ditemui. Untuk itulah Yayasan Pantau menyenggarakan Oktovianus Pogau Award untuk mendorong keberanian awak media terus menjaga kepentingan publik. Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.

Yayasan Pantau mengapresiasi komitmen Citra yang terlibat dalam banyaknya peliputan atau peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia seperti upaya menemukan kuburan massal pembantaian 1965 sampai pembunuhan pengacara Munir Thalib, penutupan gereja-gereja, liputan di Papua, perlindungan terhadap kelompok minoritas dan lain-lain. Akan di bahas dalam Ruang Publik KBR Pada Senin, 26 Februari 2018 Pukul 09.00 WIB, bersama Andreas Harsono selaku Yayasan Pantau, Atmakusumah Astraatmaja yang merupakan Tokok Pers Senior, Filep Karma selaku Tokoh Papua, dan Citra Diah Prastuti, sang Penerima Award.

simak di 100 radio jaringan KBR, bagi yang di Jakarta bisa mendengarkan di  Power Radio 89,2 FM,  via Fan page Facebook  Kantor Berita Radio KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio.   

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.