Kalbar Desak Pemerintah Wujudkan Pendirian Pos Perbatasan

KBR, Pontianak- Dua Kabupaten di Kalimantan Barat mendesak pemerintah pusat membangun Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB).

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 20 Feb 2016 20:47 WIB

Author

Jayanti Mandasari

Kalbar Desak Pemerintah Wujudkan Pendirian Pos Perbatasan

Ilustrasi: Pembangunan di perbatasan (Foto: KBR)

KBR, Pontianak- Dua Kabupaten di Kalimantan Barat mendesak pemerintah pusat membangun Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB). PPLB, kata Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, penting untuk membatasi kegiatan antara Indonesia dan Malaysia. Padahal pemkab ini telah menyediakan 100 hektar lahan lebih di kecamatan Jagoi Babang. Namun, belum ada tindak lanjut dari pemerintah pusat.

"Saya berharap kalau memang bisa itu bisa cepat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Selama ini kadang-kadang antara kita dengan masyarakat yang melakukan kegiatan-kegiatan inikan agak susah ya," ujar Suryadman Gidot kepada KBR di Pontianak, Sabtu (02/20).

"Kita mau menyalahkan masyarakat juga memang butuh, kita benarkan tidak ada payung hukumnya. Itulah yang menjadi persoalan," tutupnya.

Sementara menurut Bupati Kapuas Hulu, A M Nasir, saat ini PPLB Badau-Lubuk Antu telah dioperasionalkan, khususnya bagi aktivitas ekspor CPO maupun lalu-lintas orang. Namun, pihaknya tetap mendesak pemerintah pusat untuk menyelenggarakan grand launching operasional PPLB yang sebelumnya pada tahun 2012 lalu telah dilakukan soft launchingnya. Kata dia keberadaan PPLB juga dibutuhkan dalam mendukung suksesnya penerapan MEA di wilayah perbatasan. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Segera Bubarkan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Kejaksaan

Kabar Baru Jam 15

Mukhlisin: Toleransi adalah Kesadaran