Share This

Dampak Negatif Memelihara Kebencian, Nyinyir dan Sikap Berlebihan Lainnya

Bukan melulu soal politik, bahkan fenomena lover hater terhadap artis dan lain-lain pun diwarnai banyak caci maki di media sosial.

RUANG PUBLIK

Kamis, 11 Jan 2018 15:52 WIB

Apakah Anda sudah membuka media sosial hari ini? Apa yang Anda temukan? Apakah salah satunya berisi caci maki? Atau malah ikut mencaci maki? Di media sosial kita kerap disuguhi kemarahan, kebencian, sikap nyinyir terhadap apapun yang tidak disukai, perdebatan tak berkesudahan atas pendapat atau teori, termasuk soal bumi bulat vs bumi datar, juga pertengkaran antara hater dan lover. Ini bukan melulu soal politik, bahkan fenomena lover hater terhadap artis dan lain-lain pun diwarnai banyak caci maki di media sosial. Ternyata itu berdampak buruk lho bagi kesehatan terutama kesehatan jiwa, bahkan juga secara fisik. Apa saja dampaknya?

Untuk membahas fenomena sikap negatif ini, Feka Angge Pramita Psikolog di Klinik Anakku Kelapa Gading dan RS Colombia Pulomas akan hadir menjadi Narasumber di Program Ruang Publik KBR pada Jumat, 12 Januari 2018 pukul 09.00 WIB di Radio Jaringan KBR yang tersebar dari Aceh hingga Papua, bagi yang di Jakarta bisa mendengarkan melalui Power Radio 89,2 FM, live streaming Fan page Facebook  Kantor Berita Radio KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsadi 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 08121188181 atau mention ke akun twitter @halokbr. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.