Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Penerima Manfaat ODHIV Ukir Karya di Tengah Pandemi

Kemensos mengucurkan modal lewat program BanTu (Bantuan Bertujuan) bagi mereka yang sudah menyelesaikan Time Bound Shelter untuk usaha mandiri

RAGAM

Selasa, 01 Des 2020 19:13 WIB

Author

Paul M Nuh

Penerima Manfaat ODHIV Ukir Karya di Tengah Pandemi

Para pekerja sosial sedang mempraktikkan pembuatan minuman olahan di Balai Rehabilitasi Sosial Orang dengan HIV (BRSODH) “Bahagia” Medan

Jakarta - Sejak pelaporan kasus pertamanya di Indonesia pada 1987, kasus HIV/AIDS saat ini diperkirakan sebanyak 543.075 kasus yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sama seperti kasus kesehatan pada umumnya, HIV/AIDS sering dikaitkan dengan isu penting, salah satunya adalah rehabilitasi sosial pada Orang dengan HIV (ODHIV).

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyatakan bahwa salah satu kebijakan program Kementerian Sosial saat ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia Penerima Manfaat (PM) melalui program rehabilitasi sosial, dimana salah satu targetnya adalah ODHIV. Hal ini dibuktikan dengan adanya empat Balai dan Loka Rehabilitasi Sosial untuk ODHIV yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

AP (43 tahun) adalah salah satu Penerima Manfaat (PM) ODHIV Balai Rehabilitasi Sosial Orang dengan HIV (BRSODH) “Bahagia” Medan yang telah menyelesaikan Time Bound Shelter (layanan rehabilitasi sosial terhadap ODHIV di balai) pada Juni 2019 lalu. Dalam kurun waktu enam bulan di balai, AP merasakan efek positif yang luar biasa besar.

AP kini bisa mengembangkan hobi fotografinya yang pernah ia pelajari selama di balai. Selain keterampilan, Balai “Bahagia” Medan juga mengajarkan berbagai terapi, antara lain terapi fisik, terapi mental dan spiritual, terapi psikososial, dan terapi seni. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan secara individu maupun berkelompok dan dipandu oleh pekerja sosial, psikolog atau pemuka agama, berdasarkan spesialisasinya masing-masing.

Kemensos mengucurkan modal lewat program BanTu (Bantuan Bertujuan) bagi mereka yang sudah menyelesaikan Time Bound Shelter untuk usaha mandiri. AP kini bisa merintis usaha makanan dan farfum dari bantuan tersebut. Maidinse Hutasoit, salah satu pekerja sosial di Balai Bahagia Medan mengatakan, bahwa dukungan dan pendampingan terhadap ODHIV di masa pandemi ini sangat krusial.

Di masa pandemi Covid-19 balai masih memantau perkembangan para ODHIV ini. Balai Bahagia Medan menerapkan sistem daycare di mana petugas-petugas balai sesuai dengan kompetensinya mendatangi LKS untuk melakukan layanan dan terapi bagi PM. Karena penerapan protokol kesehatan, pelayanan kurang maksimal karena harus jaga jarak dan mengurangi durasi layanan. “Hal ini tentu berlawanan dengan praktek pekerja sosial yang harus selalu dekat dengan PM untuk melakukan terapi, konseling maupun memberikan pelayanan rehabilitasi sosial lainnya,” kata Maidinse.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah