Kepala Daerah Positif Covid-19, dr Tirta: Alarm Bahaya

"Gubernur yang protokolnya sudah ketat saja bisa kena, kenanya saja di klaster kantor kemungkinan. Namanya kepala daerah ketemu banyak orang. Ya itu artinya pertanda alarm buat kita"

NASIONAL | RAGAM

Selasa, 01 Des 2020 19:00 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Kepala Daerah Positif Covid-19, dr Tirta: Alarm Bahaya

Ilustrasi: Pemakaman jenazah Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dengan protokol covid di tempat pemakaman umum Patokan, Jatim, Kamis (26/11). (Antara/Rendra)

KBR, Jakarta-  Relawan Kesehatan Tirta Mandira Hudi menilai banyaknya kepala daerah yang positif Covid-19 menjadi pertanda bahaya. Sebab, kepala daerah yang identik dengan protokol kesehatan ketat, nyatanya bisa sampai tertular.

Ia mengingatkan masyarakat untuk semakin waspada dan menjadikan ini sebagai alarm keras.

"Dan ini virusnya kan sudah menyebar ke mana-mana, jadi ya itu bisa menyerang siapa saja. Pertanda gubernur kena itu berarti bisa menyerang siapa saja. Kalau sudah sampai ring 1 itu berarti Covid-19 ini sudah menyebar terlalu masif. Ya maksudnya gubernur yang protokolnya sudah ketat saja bisa kena, kenanya saja di klaster kantor kemungkinan. Namanya kepala daerah ketemu banyak orang. Ya itu artinya pertanda alarm buat kita saja masing-masing. Berarti setiap dari kita itu bisa saja OTG," kata Tirta kepada KBR melalui sambungan telepon, Selasa (1/12/2020).

Relawan Kesehatan Tirta Mandira Hudi melanjutkan, penularan Covid-19 yang semakin masif ini harus direspon cepat oleh pemerintah. Ia mendesak pemerintah untuk memperkuat kapasitas fasilitas kesehatan dan memperkuat tenaga kesehatan.

Selain itu, ia juga meminta penerapan 3T yakni tes, pelacakan kasus, dan penanganan, untuk lebih dimaksimalkan.

Sejumlah kepala daerah dinyatakan positif Covid-19. Di antaranya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Riau, Wali Kota Malang, hingga Wali Kota Depok.


Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM