Jateng Tunda Belajar Tatap Muka Karena Pandemi, SMK di Cilacap Kecewa

"Apalagi kalau mempertimbangkan masukan dari siswa dan orang tua siswa. Mereka sangat-sangat menginginkan dilaksanakannya belajar secara tatap muka di sekolah. Insyaallah mereka juga sudah siap,”

RAGAM | NUSANTARA

Senin, 28 Des 2020 13:02 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Jateng Tunda Belajar Tatap Muka Karena Pandemi, SMK di Cilacap Kecewa

Ilustrasi: Simulasi pembelajaran tatap muka di Solo, Jateng. (KBR/Yudha S.)

KBR, Jakarta-  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunda penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol pencegahan Covid-19 yang rencananya digelar mulai Januari 2021. Sejumlah sekolah mengklaim keputusan itu membuat siswa dan orangtua kecewa.

Kepala SMK Komputama Majenang, Kabupaten Cilacap Nana Kusnana mengatakan  hingga saat ini belum menerima pemberitahuan secara resmi perihal penundaan tersebut. Akan tetapi, surat pengajuan kesiapan pembelajaran tatap muka yang dikirimkan pihak sekolah pada November lalu belum direspons Pemprov. Selain itu, melalui media, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo juga sudah menegaskan penundaan pembelajaran tatap muka di tiap tingkatan pendidikan, mulai SD, SMP hingga Dikmas.

Dia mengemukakan, sebelumnya sekolah telah menyediakan semua hal yang diperlukan untuk pembelajaran tatap muka. Di antaranya, dengan menerapkan sistem masuk bergilir, infrastruktur penunjang, persetujuan orangtua siswa, hingga penerapan protokol kesehatan.

“Pelaksanaan tatap muka pada Januari kemungkinan akan ditunda kembali. Nah, kami dari pihak sekolah, ya kalau itu kebijakan tentu kami taat ya. Tapi kalau bertanya kekecewaan, ya tentu kami kecewa. Apalagi kalau mempertimbangkan masukan dari siswa dan orang tua siswa. Mereka sangat-sangat menginginkan dilaksanakannya belajar secara tatap muka di sekolah. Insyaallah mereka juga sudah siap,” kata Nana Kusnana.

Kepala SMK Komputama Nana Kusnana mengemukakan, hasil pembelajaran jarak jauh sangat berbeda dengan belajar tatap muka. Pasalnya, pembelajaran jarak jauh secara daring tak efektif. Terlebih, di SMK, sebagian kurikulum adalah praktikum.


Editor: Rony Sitanggang

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Program Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri