Bagikan:

ADVERTORIAL

WWF Indonesia dan KADIN Indonesia Bangun Solusi Pembiayaan Net Zero Emisi

Berdasarkan Laporan WWF Sustainable Banking Assessment (SUSBA) 2021, rata-rata kemajuan bank selama 4 tahun terkait peningkatan dampak positif masih di bawah 40% pemenuhan indikator terkait.

RAGAM

Senin, 14 Nov 2022 10:16 WIB

WWF Indonesia dan KADIN Indonesia  Bangun Solusi Pembiayaan Net Zero Emisi

Penandatangan MOU WWF Indonesia dengan KADIN Indonesia untuk Bangun Solusi Pembiayaan Net Zero Emisi.

KBR, Jakarta - Yayasan WWF Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tanda tangan nota kesepahaman demi upaya bersama pencapaian target nol emisi karbon dengan melibatkan Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Kerjasama meliputi asistensi teknis, penyiapan transisi portofolio LJK yang rendah emisi, dan menghubungkan LJK dengan permintaan kebutuhan investasi dekarbonasi/ transisi energi.

Menurut M. Yusrizki, Ketua Komite Tetap Energi Baru dan Terbarukan KADIN Indonesia, industri nasional dituntut untuk melakukan transis menuju net zero. Menurutnya, kerjasama dengan WWF-Indonesia bertujuan membantu mempersiapkan dan memperkuat kemampuan perusahaan dalam mencapai target nol emisi karbon. Perusahaan-perusahaan nasional yang melakukan transisi energi memerlukan dukungan pendanaan yang mendukung pathway dekarbonisasi industri yang sesuai dengan standar SBTi (Science Based Target Initiative).

Komposisi konsumsi energi untuk industri capai 34,93% dari total konsumsi energi nasional (Kementerian ESDM, 2021). Dari total konsumsi energi yang dibutuhkan industri di atas, sebesar 23,1% merupakan listrik dan sebesar 76,9% bentuk energi lainnya seperti panas yang dihasilkan boiler (nonkelistrikan). Kebutuhan energi selain listrik tersebut masih sepenuhnya bergantung pada energi fosil dan hampir sepertiganya menggunakan batu bara.

CEO Yayasan WWF Indonesia, Aditya Bayunanda mengungkapkan sulitnya upaya mencapai karbon netral. Untuk itu diperlukan fasilitas yang dapat menghubungkan suplai pendanaan dan kebutuhan para perusahaan untuk bertransisi. Berdasarkan Laporan WWF Sustainable Banking Assessment (SUSBA) 2021, rata-rata kemajuan bank selama 4 tahun terkait peningkatan dampak positif masih di bawah 40% pemenuhan indikator terkait.

Oleh karenanya, fokus awal kerja sama adalah membangun kemampuan bank untuk bekerj sama dengan perusahaan portofolio pendanaannya untuk mencapai target transisi dan pengembangan solusi produk yang tepat.

Baca juga: #BeABlueTraveler, Kampanye Wisata Bahari Berhadiah Ecotrip ke Alor - kbr.id

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio