Bagikan:

ADVERTORIAL

Melalui Gotong Royong Digital, Masyarakat Tetap Terinformasi

Layanan notifikasi ini dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat serta pemangku kepentingan untuk menavigasi cuaca ekstrem yang dibawa oleh musim hujan bersama dengan peristiwa bencana lainnya.

RAGAM

Kamis, 24 Nov 2022 11:33 WIB

Melalui Gotong Royong Digital, Masyarakat Tetap Terinformasi

Inisiatif Yayasan Peta Bencana dan BNPB dengan mengadakan gotong royong digital melalui Twitter pada Rabu, 16 November 2022.

KBR, Jakarta – Inisiatif media digital secara nasional diluncurkan untuk mendukung penduduk Indonesia yang saat ini sedang bersiap menghadapi puncak musim penghujan agar tetap aman dan mampu beradaptasi dengan inisiasi dari bawah ke atas. Inisiatif tersebut berupa #ThereIsHelp (dalam Bahasa Indonesia: #AdaBantuan yang diluncurkan oleh Twitter bersama dengan Yayasan PetaBencana dan BNPB. 

Di kalangan warga Indonesia, bot Twitter PetaBencana.id atau “BencanaBot” menjadi terkenal karena respons otomatisnya terhadap setiap cuitan yang mengandung kata kunci terkait kebencanaan. Bot selanjutnya akan meminta pengguna untuk melakukan konfirmasi terhadap situasi riil mereka dengan mengirimkan laporan bencana. Laporan-laporan ini dipetakan secara real-time pada platform PetaBencana.id secara terbuka dan gratis, di mana setiap orang dapat melihat langsung berbagai pembaruan bencana untuk membuat keputusan tentang respons dan keselamatan diri. 

Sejak tahun 2013, platform ini telah digunakan oleh jutaan penduduk, responden kebencanaan di Indonesia, untuk membuat keputusan-keputusan penting terkait keselamatan dan navigasi selama peristiwa bencana yang sifatnya darurat. Dijalankan oleh Yayasan Peta Bencana dan didukung oleh Biro Bantuan Kemanusiaan USAID, platform ini juga dipantau oleh BNPB yang menggunakan platform ini dalam melihat dan menanggapi laporan warga yang masuk. 

Menurut Theophilus Yanuarto, Humas BNPB. fasilitas yang diberikan Twitter dan Petabencana sangat terbantu dalam memonitor bencana seperti banjir. dan dengan fasilitas #ThereIsHelp ini masyarakat bisa dapat berita yang lebih jelas dan tidak terpancing berita bohong.”

Monrawee Ampolpittayanant, Kepala Kebijakan Publik dan Filantropi untuk Asia Tenggara di Twitter menyatakan, “Tujuan inti kami meluncurkan notifikasi pencarian #ThereIsHelp adalah untuk benar-benar bisa membantu mempersingkat waktu pencarian dan sekaligus menyediakan akses tepat waktu ke informasi yang kredibel dari mitra kami kepada mereka yang sedang membutuhkan. Bekerjasama dengan BNPB Indonesia (@BNPB_Indonesia), Peta Bencana (@PetaBencana), MERCY Malaysia (@MERCYMalaysia), dan NADMA Malaysia (@mynadma), kami berharap layanan notifikasi ini dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat Indonesia dan Malaysia, serta pemangku kepentingan pemerintah dan non pemerintah untuk menavigasi cuaca ekstrem yang dibawa oleh musim hujan bersama dengan peristiwa bencana lainnya yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Nashin Mahtani, Direktur Yayasan Peta Bencana, juga menuturkan bahwa setiap orang harus diberdayakan untuk berpartisipasi dalam upaya pengurangan dan pemulihan risiko bencana. Selama bencana, sumber pertama yang sering dituju orang adalah media sosial. Di waktu ketika informasi begitu banyak di luar sana, #ThereIsHelp membantu mengarahkan orang dengan cepat ke sumber informasi yang terpercaya dan terverifikasi, sehingga setiap orang dapat secara proaktif bertindak atas keselamatan mereka sendiri dan berpartisipasi dalam pengelolaan bencana secara bersama-sama. 

Dengan La Nina yang berlangsung secara tiga kali berturut-turut tahun ini, indonesia diperkirakan akan menerima curah hujan yang lebih tinggi daripada biasanya. Siapapun di Indonesia dapat mengirimkan laporan bencana secara anonim dengan melakukan cuitan Twitter ke @petabencana, mengirim pesan Telegram ke @bencanabot, atau mengirim pesan Facebook ke @petabencana. Kami mengingatkan setiap warga untuk tetap terinformasi dan tetap aman!

Baca juga: BNPB: Ini Lima Langkah Antisipasi Bencana - kbr.id

Editor: Paul M Nuh

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio