Bagikan:

Kerjasama KBR dengan NLR INDONESIA

Hindari Stigma, Media Dituntut Sampaikan Informasi yang Valid Soal Kusta

Kusta dapat ditulis dalam perspektif positif, sehingga informasi yang muncul tidak menakut-nakuti dan OYMPK (Orang Yang Pernah Menderita Kusta) tidak terstigma.

RAGAM

Kamis, 17 Nov 2022 15:13 WIB

Author

Paul M Nuh

Hindari Stigma, Media Dituntut Sampaikan Informasi yang Valid Soal Kusta

Media Gathering

KBR, Jakarta - Indonesia masih menduduki peringkat 3 dunia jumlah kasus kusta setelah India dan Brazil. Arus informasi yang gencar melalui berbagai media perlu dilakukan dengan benar dan valid hingga informasi hoaks, mitos dan stigma seputar kusta bisa diminimalisasi.

Media Gathering yang dihelat NLR Indonesia dan KBR pada Selasa, 15 November 2022 mengambil tema "Kusta dalam Berita". Media gathering menghadirkan narasumber Anselmus Bata, Wakil Pemimpin Redaksi beritasatu.com dan Uswatun Khasanah, Project Assistant Inclussion and Disability, NLR Indonesia.

Paulan Aji Brata, Communication Officer NLR Indonesia dalam sambutannya menyampaikan pentingnya keberadaan media sebagai penyalur informasi yang valid. Menurut Paulan, media mampu menyampaikan informasi yang valid dan inklusif berdasarkan kaidah jurnalistik, tanpa menyesampingkan risiko stigma dan diskriminasi pada kusta.

Senada dengan Paulan, Anselmus Bata mencontohkan, dalam menulis berita kesehatan perlu memperhatikan issue yang ada dalam dunia kesehatan dengan menulis berita yang sederhana dan mudah dimengerti. Kusta dapat ditulis dalam perspektif positif, sehingga informasi yang muncul tidak menakut-nakuti dan OYMPK (Orang Yang Pernah Menderita Kusta) tidak terstigma. Bagaimana menumbuhkan empati, sehingga berita tentang kusta dapat menjadi pemberitaan yang mendidik dan mengikis stigma.

Media Gathering "Kusta dalam Berita" pada Selasa, 15 November 2022 yang dilakukan secara daring.

Menggarisbawahi apa yang dikatakan Anselmus Bata, Uswatun Hasanah mengimbau agar media memberikan terminologi yang berbeda tentang istilah-istilah di dunia kesehatan, terutama yang menyangkut kusta. Misalnya kata cacat diubah menjadi disabilitas. Berikutnya untuk penderita kusta diganti menjadi pasien kusta, serta eks kusta menjadi OYPMK (orang yang pernah menderita kusta).

Dengan diadakannya media gathering ini diharapkan media dapat berpartisipasi aktif dalam penyebarluasan informasi yang benar seputar kusta, dengan efektif dan menarik, sehingga masyarakat menjadi paham dan termotivasi untuk terlibat aktif dalam penanganan kusta di Indonesia.

Kegiatan Media Gathering ini merupakan rangkaian proyek SUKA (Suara untuk Indonesia Bebas dari Kusta) yang diinisiasi NLR Indonesia sejak 2021 untuk mengedukasi publik secara kontinyu tentang kusta dan konsekuensinya. Proyek ini menggandeng media, komunitas blogger, universitas, sektor swasta, organisasi profesi dan organisasi penyandang disabilitas.

Baca juga: Hapus Stigma Kusta Lewat Informasi Tepercaya - kbr.id

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio