covid-19
ADVERTORIAL

Kepala BKKBN Ingatkan Kembali, Hamil Harus Terencana

Membangun SDM yang berkualitas harus dengan pendekatan siklus hidup. Bahkan sebelum kehamilan dengan mengupayakan remaja putri harus sehat, tidak anemia, tidak kurus dan tidak menikah muda

RAGAM

Rabu, 17 Nov 2021 19:15 WIB

Kepala BKKBN Ingatkan Kembali, Hamil Harus Terencana

Dokter Hasto Wardoyo ketika menjadi pembicara dalam Teladan Leadership Insight 2021 Tanoto Foundation, Selasa (16/11)

KBR, Jakarta – “Pasangan suami istri harus merencanakan kehamilan, jangan sampai terjadi kehamilan yang tidak direncanakan karena hal ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting,” Ungkap Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dokter Hasto Wardoyo ketika menjadi pembicara dalam Teladan Leadership Insight 2021 Tanoto Foundation, Selasa (16/11).

Menurut Hasto, masa kritis janin itu ketika berusia sekitar 8 minggu, dan ini tidak disadari perempuan yang datang ke dokter. Laki-laki bisa mengambil peran dengan membiasakan hidup sehat, misalnya mengurangi atau berhenti merokok.

Global CEO Tanoto Foundation, Dr. J. Satrijo Tanudjojo mengungkapkan, “Sama halnya seperti mencegah stunting pembangunan berkelanjutan juga dimulai dari keluarga, semuanya dimulai dari keluarga bagaimana merencanakan supaya mendapat kesehatan, pendidikan sanitasi dan air bersih yang baik, kemudian pekerjaan, tidak ada kemiskinan dan kelaparan.”

Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs, Kementerian PPN/Bappenas, Nina Sardjunani menjelaskan, “Membangun sumber daya manusia yang berkualitas harus dengan pendekatan siklus hidup. Bahkan sebelum kehamilan dengan mengupayakan remaja putri harus sehat, tidak anemia, tidak kurus dan tidak menikah di usia yang terlalu muda,” ujarnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Panut Mulyono menyampaikan bahwa perguruan tinggi merupakan terminal pendidikan formal dari pendidikan di bawahnya, sehingga jika ada kekurangan dari pendidikan sebelumnya harus bisa dikoreksi pada perguruan tinggi. Perannya juga sangat strategis apalagi dalam pengembangan karakter yang mulia serta soft skils untuk anak-anak kita menjadi pemimpin bangsa tidak hanya menguasai hard skills atau keilmuan yang tinggi saja.

Dokter Hasto mengingatkan perempuan yang akan menikah agar melakukan pemeriksaan kesehatan tiga bulan sebelumnya untuk periksa apakah Hb nya mencapai 11,5 kalau tidak maka kemungkinan anemia, apa lingkar lengan mencapai 23 cm, kemudian diukur, ditimbang tinggi dan berat badannya juga. Ia juga menyoroti perlunya pendidikan dan pengetahuan pada masyarakat agar menggunakan uangnya untuk hal yang lebih bermanfaat.

Baca juga: Percepat Penurunan Stunting , Ini Strategi BKKBN

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?