covid-19
ADVERTORIAL

Kementan Serap 1 Juta Telur dari Peternak Rakyat

Kementan menargetkan penyerapan telur dari peternak sebanyak 1 juta butir, atau setara 63,5 ton dengan harga beli Rp19 ribu per kilogram.

RAGAM

Senin, 01 Nov 2021 19:19 WIB

Kementan Serap 1 Juta Telur dari Peternak Rakyat

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo saat memberikan pengarahan mengenai kegiatan penyerapan 1 juta butir telur

KBR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) gelar aksi peduli dengan menyerap 1 juta butir telur dari peternak rakyat. Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, hal ini merupakan bentuk solidaritas bersama untuk petani rakyat.

"Telur yang dibeli oleh Kementan diperuntukkan untuk konsumsi pegawai Kementan, yayasan panti asuhan dan yatim piatu," ujar Mentan, Senin (1/11).

Kementan menargetkan penyerapan telur dari peternak sebanyak 1 juta butir, atau setara 63,5 ton dengan harga beli Rp19 ribu per kilogram. Tahap pertama terserap 30 ton, dan berikutnya 32,5 ton. Sentra penyerapan berada di Propinsi Lampung, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akibat mekanisme pasar dan distribusi, harga telur mengalami fluktuasi, terlebih ada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap konsumsi telur di masyarakat. Padahal, potensi produksi telur ayam ras pada bulan Oktober sebanyak 426.241 ton dan kebutuhannya 377.744 ton. Jumlah ini berpotensi membuat surplus sebanyak 48.497 ton. Pada tahun 2021 sendiri produksi telur ayam diperkirakan mencapai 5,52 juta ton dengan tingkat konsumsi sebesar 5,48 juta ton.

Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 13 Oktober 2021, rata-rata harga jual telur di tingkat konsumen mencapai Rp23.100 per kilogram secara nasional. Namun harga telur di sejumlah wilayah terpantau berada di bawah rata-rata nasional.

Jika dibandingkan dengan Permendag Nomor 7 Tahun 2020 yang mematok harga acuan di tingkat konsumen Rp24.000 per kilogram, maka beberapa daerah berada di bawah acuan.

Baca juga: Hari Pangan Sedunia, Mentan: Terima Kasih Petani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?