covid-19

FOMO Sapiens : Bali Masih Sepi Turis dan Tindak Kekerasan di Kampus

Bali Masih Sepi Turis dan Tindak Kekerasan di Kampus

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Jumat, 05 Nov 2021 13:24 WIB

FOMO Sapiens : Bali Masih Sepi Turis dan Tindak Kekerasan di Kampus

Ilustrasi highlight berita sepekan. (FOTO : KBR)

KBR, Jakarta – Bali sudah dibuka buat penerbangan internasional, tapi ternyata tidak serta merta membuat turis mancanegara langsung berdatangan seperti yang diharapkan.

Pekan ini, tindak kekerasan di kampus yang kembali terjadi memantik obrolan warganet di media sosial. Pasalnya, salah satu tindak kekerasan yang terjadi tersebut mengakibatkan korban meninggal. Budaya senioritas dinilai jadi musababnya, tentunya itu kudu diubah.

Kabar-kabar di atas menjadi bahasan di FOMO Sapiens minggu ini.

1. Bali Masih Sepi Turis

Per 14 Oktober 2021 lalu, Bali kembali membuka penerbangan internasional untuk 19 negara, dengan harapan mendatangkan turis asing. Kebijakan tidak serta merta langsung bikin turis berdatangan. Menurut catatan Asosiasi Agen Perjalanan dan Wisata (ASITA) Bali, ada pemesanan paket perjalanan dan hotel dari turis asing, tapi waktu pemesanan kebanyakan menjelang Natal dan Tahun Baru dan pertengahan tahun depan. Apakah ada hubungannya dengan ketentuan karantina atau harga tes PCR yang kerap berubah-ubah?

Baca juga : Pemerintah Hapus Syarat Tes PCR untuk Pesawat Jawa-Bali

2. Tindak Kekerasan di Kampus

Pekan ini masih hangat perbincangan terkait aksi kekerasan fisik senior terhadap junior-nya di organisasi resimen mahasiswa (Menwa). Bahkan muncul desakan untuk membubarkan Menwa, pasca kematian janggal mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Gilang Endi Saputra (21) saat mengikuti diklat dasar Menwa UNS, pada Minggu (24/10) pekan lalu.

Dengarkan obrolan selengkapnya bersama Ian Hugen dan Aika Renata di FOMO Sapiens pekan ini. Jangan ketinggalan juga obrolan mengenai pidato Presiden Jokowi di COP26 mengenai capaian Indonesia dalam mencegah perubahan iklim, serta perkara pegawai KPI korban pelecehan yang dapat surat penertiban.

Baca juga : Aktivis Lingkungan Tolak Klaim Jokowi di COP26

*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Sistem Dukungan dalam Pengambilan Keputusan

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7