Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Selain Protokol Kesehatan 3M, Vaksin Sangat Efektif Mencegah Penularan Covid-19

Gejala orang terkena Covid-19 bisa sangat minim sehingga orang tidak menyadari telah terpapar. Banyak orang yang terlambat ditangani hingga memburuk. Karenanya dibutuhkan vaksin untuk alat intervensi

RAGAM

Senin, 23 Nov 2020 19:16 WIB

Author

Paul M Nuh

Selain Protokol Kesehatan 3M, Vaksin Sangat Efektif Mencegah Penularan Covid-19

dr. Dirga Sakti Rambe, dokter spesialis penyakit dalam/vaksinolog (kanan) bersama dr. Twindy Rarasati (kiri), penyintas Covid-19

Jakarta - Kemampuan vaksin untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu seperti Covid-19, membuatnya menjadi alat yang paling efektif untuk mencegah penularan. Oleh karena itu perlu sosialisasi secara terus-menerus sehingga masyarakat bisa mengerti apa arti penting vaksin.

Dalam Dialog Produktif bertema “Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan” yang diselenggarkan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (23/11), dr. Dirga Sakti Rambe, vaksinolog sekaligus dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan. “Setiap vaksin punya efektivitas yang berbeda-beda, dan vaksin pun tidak akan mendapat izin apabila efektivitasnya rendah. Untuk vaksin Covid-19, WHO menetapkan efektivitas minimal mencapai 50%. Kita harapkan vaksin yang ada nanti efektivitasnya lebih tinggi dari angka yang ditetapkan WHO”.

Gejala orang terkena Covid-19 bisa sangat minim sehingga orang tidak menyadari telah terpapar. Banyak orang yang terlambat ditangani hingga kesehatannya memburuk. Oleh karena itu dibutuhkan vaksin sebagai alat intervensi.

Menurut Dr. Driga keliru apabila ada anggapan vaksin itu tidak ada gunanya. Karena vaksin sifatnya melatih sistem kekebalan tubuh agar mampu memproduksi antibodi. Dan satu lagi vaksin punya keunggulan yang tidak dimiliki upaya pencegahan yang lain, yaitu vaksin memberikan perlindungan yang sifatnya spesifik”. Banyak dokter yang menyarankan, selain menerapkan protokol 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak aman), vaksin sangat efektif untuk mencegah penularan Covid-19.

dr. Twindy Rarasati, salah seorang penyintas Covid-19 menyatakan, “Pada waktu saya terpapar di awal April kemarin, protokol kesehatan tidak sebaik saat ini. Masyarakat saat itu juga belum sepenuhnya memahami penyakit ini seperti saat ini. Protokol Kesehatan dan tanggung jawab diri yang tinggi tetap harus kita lakukan untuk bisa keluar dari pandemi ini. Perbarui ilmu dan informasi ini terus menerus, karena dinamikanya cepat, apalagi nanti saat vaksin sudah ditemukan”.

“Sebagai dokter yang menangani pasien Covid-19 sejak Maret, saya melihat Covid-19 ini penyakit yang luar biasa sekali. Selain penyakit ini memang baru dengan penularan yang cepat sekali, memburuknya kondisi pasien pada beberapa kasus kadang juga cepat sekali. Jadi tidak benar apabila Covid-19 ini bisa kita remehkan”, tambah dr. Dirga.

Vaksin Covid-19 menjadi harapan untuk upaya menekan penyebaran Covid-19. Masyarakat diminta untuk yakin, bahwa vaksin yang disiapkan aman dan efektif karena harus terlebih dahulu mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), setelah sebelumnya melalui berbagai proses penelitian yang panjang termasuk tahapan uji klinik yang memastikan keamanan dan keefektifannya.

Informasi yang benar dan berasal dari narasumber terpercaya di bidang Kesehatan sangat perlu disampaikan kepada publik. Hal ini mencegah masyarakat terjebak kabar hoax yang menyesatkan.

“Saya yakin untuk vaksin, semua aspek sudah dipertimbangkan. Tapi bukan berarti dengan adanya vaksin, kita menggantungkan semuanya kepada vaksin. Tetap harus ada protokol kesehatan dan melindungi diri sendiri yang adalah tanggung jawab kita. Saring dan jadilah kritis dalam setiap pemberitaan jangan sampai termakan hoax”, tutup dr. Twindy.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Peran Pemerintah Daerah Antisipasi Bencana Hidrometeorologi di Cuaca Ekstrem

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM