Santunan Kematian Covid-19, Pemkot Balikpapan Ajukan Ratusan Nama

"Syarat yang sudah lengkap kami serahkan ke Dinas Sosial untuk selanjutnya diproses pencairan dana santunan warga yang meninggal dengan terkonfirmasi positif covid-19."

NUSANTARA | RAGAM

Jumat, 13 Nov 2020 11:42 WIB

Author

Teddy Rumengan

Santunan Kematian Covid-19, Pemkot Balikpapan Ajukan Ratusan Nama

Ilustrasi: Pemakaman pasien covid di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (02/10). (Antara/Muhammad Adimaja)

KBR, Balikpapan-   Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah mengajukan dana santunan bagi warga yang meninggal karena covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, sebanyak 200-an nama diajukan ke Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial setempat.

Menurutnya, saat ini masih dalam proses pencairan. Jika cair nantinya akan langsung ditransfer dari Kementerian Kesehatan ke rekening ahli waris.

Kata dia, sejauh ini yang sudah menerima dana santunan keluarga Dokter Sriyono tenaga medis yang meninggal karena covid-19. Senilai Rp 300 juta.

Sementara untuk warga biasa yang meninggal karena covid-19 rata-rata akan mendapatkan masing-masing Rp 15 juta.

“Kemudian syarat yang sudah lengkap kami serahkan ke Dinas Sosial untuk selanjutnya diproses pencairan dana santunan warga yang meninggal dengan terkonfirmasi positif covid-19. Alhamdulilah untuk bapak Sriyono telah ditransfer dari Menteri Kesehatan sebesar Rp 300 juta langsung ke rekening istri almarhum,” ujar Kadinkes Kota  Balikpapan Andi Sri Juliarty, Jumat (13/11).

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Inggris Perpendek Masa Karantina Turis Asing

Menggunakan Sains Data untuk Atasi Kemacetan di Jakarta

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Beda Nasib Serapan Insentif Usaha di Progam Pemulihan Ekonomi Nasional