Pandemi, Dinkes Balikpapan Gelar Tes Cepat Covid bagi 13 Ribu Petugas KPPS

"Yang hasil pemeriksaannya reaktif akan dilaporkan klinik kepada Dinas Kesehatan dan kita akan melakukan tindaklanjut apakah melakukan swab atau kita sarankan untuk isolasi mandiri lebih dahulu,”

NUSANTARA | RAGAM

Kamis, 26 Nov 2020 13:47 WIB

Author

Teddy Rumengan

Pandemi, Dinkes Balikpapan Gelar Tes Cepat Covid bagi 13 Ribu Petugas KPPS

Ilustrasi:Petugas Puskesmas Dayeuhkolot menunjukkan hasil tes cepat Covid KPPS Pilkada Kabupaten Bandung, Jabar, Kamis (26/11). (Antara/Novrian Arbi)

KBR, Balikpapan-   Sebanyak 13.545 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) melakukan rapid test mulai Kamis (26/11) ini hingga Sabtu (28/11). Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Alwiaty mengatakan, rapid test massal dilakukan di 34 kelurahan bekerjasama dengan 8 klinik yang telah kontrak dengan KPU Kota Balikpapan

Karena jumlahnya banyak yang mengikuti rapid test maka digelar secara maraton tiga kali dalam sehari yakni pagi mulai pukul 08.00-12.00 Wita, lalu siang pukul 14.00-17.00 Wita dan malam 19.00 – 22.00 Wita.

Kata dia, jika ada yang hasilnya reaktif akan dilakukan tes PCR ataupun disarankan melakukan isolasi mandiri.

“Bagi petugas KPPS yang hasil pemeriksaannya reaktif akan dilaporkan klinik kepada Dinas Kesehatan dan kita akan melakukan tindaklanjut apakah melakukan swab atau kita sarankan untuk isolasi mandiri lebih dahulu,” ujar Alwiaty, Kamis (26/11)

Alwiaty juga mengingatkan agar tenaga medis yang bertugas bergantian, sehingga tidak kelelahan.

Dalam satu TPS ada 9 orang, termasuk linmas yang menjalani rapid test. Jumlah TPS di Kota Balikpapan sebanyak 1.505

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM