Pandemi, BPBD Cilacap Kesulitan Tegakkan Protokol Kesehatan pada Pengungsi Korban Banjir

“Namanya masyarakat, dipisah di rumah terpisah saja sulit. Istilahnya, mereka inginnya berdempetan, satu keluarga berkumpul. Kemarin, banjir kita ada masalah protokol kesehatan."

NUSANTARA | RAGAM

Kamis, 12 Nov 2020 14:33 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Pandemi, BPBD Cilacap Kesulitan Tegakkan Protokol Kesehatan pada Pengungsi Korban Banjir

Foto udara wilayah terdampak banjir di Kecamatan Kroya, Cilacap, Jateng, Minggu (01/11). (Foto: Pusdalops BPBC Cilacap)

KBR, Cilacap- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah kesulitan menerapkan protokol kesehatan, terutama jaga jarak. Karenanya, koordinasi dengan lintas sektoral akan diperkuat agar warga taat protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19 dan meminimalisir risiko munculnya klaster pengungsian.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil evaluasi penanganan banjir lebih dari sepekan yang melanda dua kecamatan, Kroya dan Nusawungu. Ribuan rumah terendam banjir dan lebih dari 1.000 orang mengungsi.

Kata dia, meski BPBD dan pihak lain sudah menyediakan pengungsian lebih luas dan lebih banyak dari biasanya, namun warga membandel dan enggan tinggal di tempat pengungsian terpisah. Kebanyakan warga lebih memilih mengungsi di tempat yang sama dengan tetangganya, meski dalam kondisi lebih sempit.

Menurut dia, sulitnya penerapan protokol kesehatan disebabkan minimnya kesadaran warga. Sebab, kebanyakan beranggapan risiko penularan Covid-19 rendah karena mereka bersama dengan keluarga dan tetangganya.

“Namanya masyarakat, dipisah di rumah terpisah saja sulit. Istilahnya, mereka inginnya berdempetan, satu keluarga berkumpul. Kemarin, banjir kita ada masalah protokol kesehatan. Tetapi, Alhamdulillah tidak muncul penularan atau klaster baru, klaster pengungsian. Memang ada yang beranggapan, ‘ini kan dengan keluarga, ini kan dengan tetangga’,” kata Tri Komara Sidhy.

Tri Komara Sidhy mengemukakan, meski tak muncul penularan Covid-19 di pengungsian, namun ke depan BPBD akan mengintensifkan koordinasi dengan TNI dan Polri agar warga mau ditempatkan di lokasi pengungsian terpisah.

BPBD juga akan menyiapkan lokasi pengungsian dua kali lipat dari biasanya, dengan kapasitas per unit lebih besar. Pasalnya, dalam situasi pandemi Covid-19, kapasitas pengungsian hanya bisa diisi 50 persen dari kondisi normal.


Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Inggris Perpendek Masa Karantina Turis Asing

Menggunakan Sains Data untuk Atasi Kemacetan di Jakarta

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Beda Nasib Serapan Insentif Usaha di Progam Pemulihan Ekonomi Nasional