Kemenkeu Mengajar, Sri Mulyani Ingatkan Murid Selalu Terapkan Protokol Kesehatan

"Kalau anak-anak, kalian menjadi anak yang kuat, yang tabah, maka Indonesia akan bisa mengatasi covid. Covidnya juga takut sama anak-anak yang berani, yang sehat, yang pikirannya selalu positif."

NASIONAL | RAGAM

Senin, 30 Nov 2020 13:13 WIB

Author

Rony Sitanggang

Kemenkeu Mengajar, Sri Mulyani Ingatkan Murid Selalu Terapkan Protokol Kesehatan

Tangkapan layar Menkeu Sri Mulyani mengajar daring, Senin (30/11).

KBR, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengingatkan para murid sekolah untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. 

Sri Mulyani menyampaikan itu saat Kementeriannya menggelar kegiatan mengajar secara virtual.

Kegiatan Senin pagi ini diikuti lebih seribuan relawan dan 84 sekolah di seluruh Indonesia.

"Gimana dong caranya agar kuat? Kalian harus bilang ke hati kalian sendiri. Saya adalah anak yang kuat. Saya bisa. Nah kalau anak-anak kalian menjadi anak yang kuat, yang tabah, maka Indonesia akan bisa mengatasi COVID. Covid-nya juga takut sama anak-anak yang berani, yang sehat, yang pikirannya selalu positif." Ujar Sri Mulyani dalam Kemenkeu Mengajar Kelas Bersama Menteri, Senin (30/11/2020).

Menkeu Sri Mulyani menegaskan, cara paling sederhana meminimalisir penyebaran Covid-19 bisa dimulai dengan menggunakan masker.

Program Kemenkeu Mengajar Kelas Bersama Menteri pagi ini diisi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Editor: Agus Lukman


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

(KBR mengoreksi kesalahan ketik nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang sebelumnya tertulis 'Nabiel Makarim')

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM