Bagikan:

ADVERTORIAL

Shipper Kembangkan Layanan Digital Pintar Terintegrasi di Medan

Kendala yang dihadapi UMKM lokal selama ini terkait rantai pasok dan pemasaran. Melalui inovasi digital diharapkan hal ini bisa teratasi.

RAGAM

Rabu, 05 Okt 2022 09:51 WIB

Shipper Kembangkan Layanan Digital Pintar Terintegrasi di Medan

Karyawan Shipper melakukan aktivitas di salah satu gudang Shipper.

KBR, Medan - Shipper mengembangkan layanan inovasi teknologi logistik dan pergudangan digital di Medan, Sumatera Utara. Layanan ini diharapkan dapat memacu kinerja usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal, sehinggal mereka cepat naik kelas dan lebih mudah mengatasi kendala yang dihadapi selama ini.

Kendala yang dihadapi UMKM lokal selama ini terkait rantai pasok dan pemasaran. Melalui inovasi digital diharapkan hal ini bisa teratasi, karena walaupun pada Agustus 2022 Provinsi Sumatera Utara mengalami pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, Bank Indonesia mencatat, pemerintah daerah belum secara efisien memastikan jalur rantai distribusi dan jalur pasok yang dapat menjadi pendorong akselerasi ekonomi Sumut.

Even Alex Chandra, AVP External Affairs Shipper pada keterangan persnya di Medan (27/09) menjelaskan, “Produk-produk UMKM Sumatera Utara berpotensi tinggi untuk dikenal nasional maupun global. Produk makanan dan kosmetik saat ini menjadi sektor pengguna layanan Shipper terbanyak di Medan. Dengan semangat “Teman Kamu Berjuang”, Shipper ingin memacu kinerja UMKM Sumatera Utara, yang menjadi penopang perekonomian daerah, dengan pemberdayaan dan layanan distribusi logistik dan gudang terintegrasi yang aman dan lancar untuk mempercepat mereka naik kelas.”

Gudang Shipper di Medan memiliki total kapasitas lebih dari 4000 meter persegi dan memproses sekitar lebih dari 5.000 order per bulan. Shipper mengembangkan teknologi untuk membantu perusahaan logistik pihak ketiga (3PL) dalam mengelola pesanan, termasuk optimalisasi rute pengiriman dan pengemasan pesanan yang dikirim ke tujuan yang sama. Upaya ini untuk mengefisienkan biaya logistik antar kepulauan yang tinggi. Menurut catatan Shipper, UMKM yang menggunakan teknologinya bisa menghemat biaya pengiriman hingga 20%.

Efisiensi biaya lainnya yang dilakukan Shipper adalah dengan mendekatkan lokasi barang UMKM ke lokasi pasarnya melalui pengelolaan lebih dari 300 gudang pintar yang tersebar di 35 kota di seluruh Indonesia dengan total 500.000 m2. Lima gudang di antaranya yang berlokasi di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi bahkan telah menerapkan standar halal.

Karena selalu konsisten mendorong UMKM cepat naik kelas sejak hadir tahun 2017, maka Fast Company menobatkan Shipper ke dalam daftar perusahaan paling inovatif di dunia tahun 2022 (The World’s Most Innovative Companies) dan meraih peringkat pertama untuk perusahaan paling inovatif se-Asia Pasifik (The Most Innovative Asia-Pacific Companies).

Sejak hadir pada 2017, Shipper konsisten mendorong UMKM lokal cepat naik kelas dengan memberikan pemberdayaan komprehensif melalui pelatihan (manajemen bisnis, literasi keuangan, daya saing ekspor, digitalisasi dan topik kewirausahaan lainnya), pendampingan, dan promosi untuk UMKM tidak hanya di kota besar namun hingga ke daerah.

Baca juga: Biaya Logistik: Pemerintah Anggap Tantangan, Pelindo Upayakan Penurunan - kbr.id

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Kick Off Seminar: Jurnalisme di bawah Kepungan/Tekanan Digital

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending