Bagikan:

ADVERTORIAL

Jurnalis Perempuan, Sumber Daya Manusia dan Komunikasi Hybrid

Sekitar 73 persen jurnalis perempuan diancam atau diserang melalui email atau media sosial, 48 persen menyensor diri sendiri dan lebih memilih menghindar.

RAGAM

Kamis, 27 Okt 2022 14:04 WIB

Jurnalis Perempuan, Sumber Daya Manusia dan Komunikasi Hybrid

simposium internasional Development and Democratization in Algorithm World yang FISIP Universitas Al Azhar Indonesia.

KBR, Jakarta - Survei Reporters Without Borders terhadap 150 jurnalis di 120 negara menemukan bahwa media digital digunakan untuk mengancam atau melecehkan jurnalis perempuan.

Angela Romano, mantan jurnalis dan Associate Professor of Journalism di Queensland University of Technology in Australia, dalam simposium internasional Development and Democratization in Algorithm World dalam rangka memperingati 20 Tahun FISIP Universitas Al Azhar Indonesia, mengatakan, sekitar 73 persen jurnalis perempuan diancam atau diserang melalui email atau media sosial, 48 persen menyensor diri sendiri dan lebih memilih menghindar.

Simposium juga menghadirkan Prof. Ang Peng Hwa dari Nanyang Technological University, Singapura, Manoj Kumar Panigrahi (Jindal School of International Affairs, India, Yuherina Gusman (Hubungan Internasional UAI), Mohamad Ghozali Moenawar (Ilmu Komunikasi UAI) dan Muchammad Nasucha (Ilmu Komunikasi, UAI).

Selanjutnya Angela menggambarkan bahwa era digital memungkinkan wartawan bekerja efektif dan efisien dalam wawancara, cek fakta dan deteksi isu terkini. Dan respon publik juga bisa serta merta diterima. Tapi di luar itu perlu juga refleksi yang intens mengingat tantangan di dunia kerja digital mempunyai kerumitan tersendiri.

Yuherina Gusman (Hubungan Internasional UAI) memaparkan perspektif perkembangan teknologi dan media digital dari sisi kesempatan dan kemudahan yang dihadirkan bagi migran dan keluarga untuk berkomunikasi selama terpisah jarak. Pemetaan yang dilakukan Muchammad Nasucha dan tim menunjukkan bahwa isu komunikasi dan media digital memiliki keterikatan yang kuat dengan demokrasi dan pembagunan dalam berbagai riset civitas akademika FISIP UAI tersebut.

Baca juga: LBH Pers Desak Polisi Usut Peretasan Insan Media - kbr.id

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Kick Off Seminar: Jurnalisme di bawah Kepungan/Tekanan Digital

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending