Pandemi, Menteri Teten Minta Daerah Beri Apresiasi UMKM yang Taat Protokol Kesehatan

"Mereka juga tidak bisa menunda usaha, tapi mereka juga harus didorong mematuhi protokol kesehatan COVID-19,”

NASIONAL | RAGAM

Selasa, 27 Okt 2020 10:42 WIB

Author

Fadli Gaper

Pandemi,  Menteri Teten Minta Daerah Beri Apresiasi UMKM yang Taat Protokol Kesehatan

Alternatif wisata saat pandemi, Wisatawan memetik buah naga di Kebun Buah Naga Desa Sumberasri, Banyuwangi, Jatim, Sabtu (17/10). (Antara/Seno)

KBR, Jakarta-  Pemerintah dan Satgas Penanganan COVID-19 berkomitmen meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan kepada setiap pelaku UMKM. Untuk itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengimbau seluruh kepala daerah memberikan sertifikat bagi pelaku UMKM yang sudah terbukti melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Teten mengapresiasi pemberian sertifikat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

“Banyuwangi misalnya, yang sangat bagus. Bagaimana Pemkab melakukan pemberian sertifikat kepada restoran, kafe, warung-warung yang memenuhi standar protokol boleh berjualan. Ini saya kira sangat bagus. Karena tadi seperti saya katakan, mereka juga tidak bisa menunda usaha, tapi mereka juga harus didorong mematuhi protokol kesehatan COVID-19,” jelas Teten melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin, 26 Oktober 2020.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menambahkan, sejak Maret lalu kementeriannya sudah mengimbau seluruh pelaku UMKM mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari mewajibkan pakai masker, menyiapkan cuci tangan, dan menjaga jarak fisik. Teten berharap tidak ada klaster UMKM dalam penyebaran COVID-19, sehingga kegiatan ekonomi masyarakat bisa terus berjalan.

Editor: Rony Sitanggang

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7