Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Menarik Minat Wisatawan dengan Protokol Kesehatan

"Turis yang berpergian itu punya uang dan berpendidikan. Kalau disadarkan dengan protokol kesehatan memakai masker, makanan higienis, saya kira semua orang tidak takut untuk liburan,” ujar Teten.

RAGAM

Senin, 26 Okt 2020 21:08 WIB

Author

Paul M Nuh

Menarik Minat Wisatawan dengan Protokol Kesehatan

Prof. Wiku Adisasmito dan Menteri KUKM Teten Masduki dalam sebuah talkshow di Graha BNPB Jakarta

Jakarta – Protokol kesehatan ternyata bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke suatu tempat. Para pelancong dan wisatawan yang akan berlibur di hotel, tempat wisata dan restoran perlu jaminan keamanan tempat itu dari penularan Covid-19.

Hal ini dikatakan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki dalam talkshow "Dialog Covid-19: Penerapan Protokol Kesehatan di UMKM" di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Senin (26/10) siang.

"Mereka yang mau makan di warung, tidur di hotel, yang menerapkan protokol kesehatan akan merasa aman. Ini penting untuk kita yang akan merencanakan liburan," ujarnya.

Saat ini kata Teten, bukan harga murah atau diskon barang yang menarik minat turis, melainkan jaminan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Bagaimana protokol kesehatan untuk perhotelan, pesawat terbang, restoran, dan kafe bisa meyakinkan turis yang sadar protokol kesehatan.

"Turis yang berpergian itu punya uang dan berpendidikan. Kalau disadarkan dengan protokol kesehatan memakai masker, makanan higienis, saya kira semua orang tidak takut untuk liburan,” ujar Menteri Koperasi UKM Teten Masduki.

Senada dengan Teten, Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan demikian. Bagi pelaku UMKM yang menerapkan protokol kesehatan bisa menarik minat turis dan mendatangkan keuntungan. Salah satunya, kata Wiku, konsumen akan yakin untuk membelinya.

"UMKM kalau disiplin protokol kesehatan akan membuat keyakinan konsumen untuk membelinya. Ini saling menguntungkan," ujar Prof. Wiku Adisasmito.

Ia menegaskan ekonomi bisa berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun kalau indikator ekonomi berjalan dan kasusnya naik berarti ada yang tidak disiplin.

"Entah itu dari konsumen atau UMKM-nya. Makanya harus gotong royong menjadi satu," papar Prof. Wiku yang akan tetap bekerja meski libur panjang cuti bersama akhir pekan ini.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

AstraZeneca Bakal Gelar Uji Klinis Global Tambahan

Eps12. Masa Depan Restorasi Gambut

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Mekanisme Baru Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Bupati Banyumas Larang Hajatan Meski Diprotes