Kembali Zona Merah, Pemkab Cilacap Tunda Simulasi Belajar Tatap Muka di Lebih 150 Sekolah

"Izin sudah siap, kemudian protokol sudah siap, sekolah juga sudah siap. Cuma zona saja yang belum siap."

NUSANTARA | RAGAM

Senin, 26 Okt 2020 05:15 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Kembali Zona Merah, Pemkab Cilacap Tunda Simulasi Belajar Tatap Muka di Lebih 150 Sekolah

Ilustrasi: Pandemi Covid simulasi belajar tatap muka SMPN I Pamotan Kabupaten Rembang, Jateng, Senin (05/10). (KBR/Musyafa)

KBR, Cilacap- Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menunda simulasi belajar tatap muka. Saat ini seratus lebih sekolah percontohan telah siap melakukan belajar tatap muka dan sudah mengantongi izin bupati sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap, Kastam mengatakan penundaan dilakukan lantaran daerah ini kembali zona merah, menyusul melonjaknya jumlah pasien Covid-19. Sementara, simulasi pembelajaran tatap muka disyaratkan minimal zona kuning.

Dia menjelaskan, Sebanyak 157 sekolah jenjang SD, SMP dan setara SLTA telah didata dan siap melakukan belajar tatap muka. Namun, pelaksanaan kini ditunda untuk waktu yang tak ditentukan. Sekolah itu terdiri dari 27 SMP, tiga SMK, tujuh SMA, dan 120 SD.

"Tertunda lagi karena zonanya boleh dilaksanakan minimal zona kuning. Kalau izin sudah siap, kemudian protokol sudah siap, sekolah juga sudah siap. Cuma zona saja yang belum siap. Kita menyiapkan seluruhnya, ada 157 sekolah,” kata Kastam.

Lebih lanjut Kastam mengemukakan, sebelumnya Cilacap berstatus zona kuning. Akan tetapi status itu berubah setelah kasus Covid-19 d  kembali melonjak seturut terkuaknya sejumlah klaster, seperti pesantren, sekolah, kantor, dan keluarga.

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan  3M, yakni;  Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7