Cegah Kluster Long Weekend, Dokter Bagi Tips Liburan Aman

Penularan Covid-19 terkait erat dengan mobilitas warga

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Rabu, 28 Okt 2020 16:47 WIB

Author

Ninik Yuniati, Teddy Rumengan, Astri Septiani

Cegah Kluster Long Weekend, Dokter Bagi Tips Liburan Aman

Suasana kemacetan di jalur Puncak, Gadog, Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/10/2020). Warga antusias berlibur ke Puncak saat cuti bersama. Polisi memberlakukan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan. FOTO:Yulius/ANTARA

KBR, Jakarta - Pemerintah dan masyarakat diminta mewaspadai kluster libur panjang (long weekend) saat cuti bersama akhir bulan ini. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dirga Sakti Rambe mengimbau warga menghabiskan liburan di rumah saja. 

Namun, jika ingin berlibur di luar rumah, warga sebaiknya menghindari tempat-tempat ramai. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) 3M juga tak boleh ditawar.

"Ada tempat rekreasi yang tidak terlalu ramai, sehingga mencegah orang terkonsentrasi di satu tempat. Sebaiknya mengutamakan tempat-tempat outdoor ketimbang indoor sehingga penularan bisa diminimalkan. Durasinya jangan terlalu lama," kata Dirga dalam dialog virtual tentang "Libur Panjang yang Aman dan Sehat" di kanal resmi Kominfo, Rabu (28/10/2020).

Dirga juga mengingatkan penularan Covid-19 sangat erat kaitannya dengan mobilitas atau pergerakan warga. 

Ia menyarankan agar warga membatasi interaksi untuk mencegah penularan.

"Sebisa mungkin kita berlibur dengan orang serumah, tanpa mengundang orang atau keluarga jauh, apalagi orang-orang yang tidak kita kenal," lanjut Dirga.

Ia menyinggung kenaikan kasus signifikan usai libur panjang pada pekan ketiga Agustus lalu. 

Data Satgas Penanganan Covid-19 awal September mencatat kasus melonjak 32,9 persen, yang diduga akibat momen libur panjang. Penambahan kasus mayoritas terjadi di pulau Jawa.

Kesadaran tentang deteksi dini juga krusial dalam memutus rantai penularan. Warga yang mengalami gejala mirip Covid-19 setelah mengunjungi tempat wisata, sebaiknya segera melakukan tes usap. Demikian pula usai kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Polri Awi Setiyono mengatakan kepolisian mengerahkan 160.196 personel serta membuka 645 pos pelayanan dan pengamanan selama Operasi Zebra 2020. 

Operasi yang digelar dua pekan sejak 26 Oktober - 8 November 2020 ini bertujuan mengantisipasi penyebaran virus Corona saat libur panjang.

Awi menyebut kepolisian tak bisa membatasi pergerakan warga, tetapi terus menekankan imbauan disiplin protokol kesehatan (prokes).

"Penyekatan memang tidak kita berlakukan karena saat ini PSBB transisi," ujar Awi.

Menurutnya, polisi dibantu TNI dan instansi terkait tetap melakukan pemeriksaan prokes di banyak titik, seperti terminal, pelabuhan, penyeberangan hingga lokasi wisata. 

Operasi yustisi disiplin prokes masih berjalan, sehingga petugas bisa menindak pelanggar.

"Sampai saat ini kami masih melakukan operasi yustisi. Ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, mendisiplinkan soal prokes. Kita tegakkan hukum yang ada," imbuhnya.

Daerah galakkan deteksi dini

Beberapa pemerintah daerah memberlakukan 3T (testing, tracing and treatment) untuk mencegah penyebaran virus Corona selama libur panjang.

Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur telah menyiapkan tes cepat di tiap puskesmas sehingga warga tak perlu ke rumah sakit. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, warga yang bergejala usai liburan bisa melakukan rapid test di puskesmas. 

Apabila hasilnya reaktif, maka akan langsung dites usap berbasis PCR.

"Kita selalu gunakan puskesmas sebagai garda terdepan untuk tracing dan testing agar masyarakat lebih mudah, lebih dekat dari tempat tinggalnya," kata Andi, Rabu (28/10/2020).

Pemkot Balikpapan mewaspadai membludaknya pengunjung di destinasi wisata favorit seperti Pantai Manggar. 

Tim gabungan disiapkan untuk memperketat penerapan protokol kesehatan, termasuk razia masker.

Upaya deteksi dini juga ditempuh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ia memberlakukan tes Covid-19 secara acak di jalur mudik dan lokasi wisata.

"Jadi jangan kaget yang nanti lagi mudik, naik mobil, motor atau perjalanan di pariwisata akan diberhentikan untuk dirandom sampling melalui swab PCR dan rapid test," kata Ridwan saat konferensi pers virtual yang diunggah di kanal Youtube Humas Jabar, Senin (26/10/2020).

Ridwan meminta pengelola tempat wisata mematuhi seluruh protokol kesehatan, mulai dari pembatasan kapasitas, jaga jarak hingga sirkulasi udara. 

Ia mengingatkan pelanggaran bisa berujung penutupan tempat usaha.

Editor: Agus Luqman 

Redaksi KBR juga mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7