Bagikan:

ADVERTORIAL

Survei Membuktikan, Pekerja Indonesia Masih Rentan terhadap Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja

Survei ini menjadi bagian dari upaya menciptakan dunia kerja yang terbebas dari semua bentuk kekerasan dan pelecehan di Indonesia.

RAGAM

Jumat, 30 Sep 2022 09:50 WIB

Survei Membuktikan, Pekerja Indonesia Masih Rentan terhadap Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja

Peluncuran Hasil temuan-temuan survei pekerja mengenai kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

KBR, Jakarta - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Never Okay Project meluncurkan temuan-temuan survei pekerja mengenai kekerasan dan pelecehan di dunia kerja pada Rabu, 28 September 2022, di Hotel Le Meridien di Jakarta. Survei yang dilakukan daring dalam rentang waktu 12 Agustus - 13 September 2022 bertujuan mendokumentasikan pengetahuan dan pengalaman pekerja mengenai kekerasan dan pelecehan dalam kurun waktu 2 tahun (2020-2022).

Sebanyak 70,93 persen dari 1.171 responden yang berpartisipasi mengalami atau menjadi korban salah satu bentuk kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. 39,06 persen di antaranya dialami secara daring. Ini membuktikan, bekerja di rumah pun karyawan tidak lebih aman.

“Survei ini merupakan bagian dari kampanye global dan nasional ILO untuk mendorong ratifikasi Konvensi ILO No. 190 mengingat Konvensi membuat masalah ini menjadi lebih kasat mata dan memberikan kerangka yang jelas dengan berbagai perangkat yang secara khusus menangani masalah ini. Konvensi juga membuat terbebas dari kekerasan dan pelecehan di dunia kerja sebagai hak kerja seperti hak-hak kerja lainnya, misalnya upah, kondisi kerja, jam kerja, perlindungan sosial dan sebagainya. Saatnya untuk angkat bicara dan mengambil tindakan melawan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja,” kata Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia.

Alvin Nicola, Pemrakarsa Never Okay Project berpendapat, bahwa tidak seorang pun imun terhadap kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Menurutnya, secara personal maupun profesional akan berdampak pada korban, antara lain; kehilangan motivasi, kehilangan konsentrasi kerja, yang mengarah pada dampak yang lebih buruk, yaitu depresi.

Survei ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang diselenggarakan ILO dan Never Okay Project. Selain kampanye media sosial dan kegiatan peningkatan pemahaman, kegiatan ini juga termasuk petisi untuk mendukung dunia kerja yang terbebas dari kekerasan dan pelecehan: change.org/lawanpredatorduniakerja.

Baca juga: Lawan Predator Kekerasan & Pelecehan di Dunia Kerja! - kbr.id

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending