Bagikan:

ADVERTORIAL

Struktur Cukai Rokok Tidak Optimal Beri Peluang Pabrikan Jual Rokok Lebih Murah

Perbedaan harga yang lebar membuat rokok lebih murah, dilihat dari selisih harga rokok per batangnya.

RAGAM

Selasa, 20 Sep 2022 09:40 WIB

Struktur Cukai Tidak Optimal Beri Peluang Pabrikan Jual Rokok Lebih Murah

Webinar KBR bertajuk Ekonom Bicara Cukai Rokok: Menentukan Tarif dan Struktur Cukai Rokok Optimal di Indonesia.

KBR, Jakarta - Penurunan prevalensi perokok usia muda terus menjadi tantangan bagi seluruh pihak. Perlu adanya dorongan dari beragam sektor agar prevalensi perokok terus turun sesuai target pemerintah. Salah satunya melalui optimalisasi kebijakan cukai hasil tembakau.

Faisal Basri, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia menjelaskan, sistem cukai rokok di Indonesia saat ini masih membuka peluang pabrik untuk memproduksi rokok lebih murah. Perbedaan harga yang lebar membuat rokok lebih murah, dilihat dari selisih harga rokok per batangnya.

“Kalau kita lihat di bungkusnya ada rokok yang cukainya Rp600/batang, ada juga yang Rp985/batang. Ini semua karena adanya layer cukai yang berbeda. Padahal beberapa di antaranya pabrikan rokok besar, tapi mereka malah membayar cukai rokok lebih murah,” kata Faisal dalam Webinar KBR bertajuk Ekonom Bicara Cukai Rokok: Menentukan Tarif dan Struktur Cukai Rokok Optimal di Indonesia, Rabu (14/9/2022).

Menurut Faisal, karena pabrikan mengambil celah menghindari tarif cukai yang tinggi, hal ini menyebabkan melebarnya variasi harga rokok sehingga harganya masih terjangkau. “Harga jual yang rendah membuat mereka nyaman untuk tidak bersaing dengan sesama pabrikan besar. Hal ini menjadi buruk untuk pengendalian konsumsi rokok,” ungkapnya.


Faisal mengusulkan menyederhakan selisih tarif yang ada saat ini setidaknya dipangkas menjadi 3 layer atau bahkan dihapus. Faisal juga meminta pemerintah konsisten dalam pengendalian perokok di Indonesia, agar generasi muda tidak mudah terpapar rokok sehingga generasi emas Indonesia bisa diselamatkan.

Baca juga: Strategi Efektif Kendalikan Konsumsi Rokok - kbr.id

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending