Bagikan:

Kerjasama KBR dengan KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Waktu Indonesia Sehat: Jaga Hati dari Hepatitis

Hepatitis sering dijuluki silent killer lantaran banyak di antara penyandangnya mengetahui dirinya terinfeksi setelah berada pada tahap lanjut bahkan sudah terjadi sirosis dan kanker hati.

RAGAM

Sabtu, 23 Jul 2022 19:18 WIB

Author

Paul M Nuh

Waktu Indonesia Sehat: Jaga Hati dari Hepatitis

Waktu Indonesia Sehat: Jaga Hati dari Hepatitis

KBR, Jakarta - Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan dunia yang serius, termasuk di Indonesia. Hepatitis sering dijuluki silent killer lantaran banyak di antara penyandangnya mengetahui dirinya terinfeksi setelah berada pada tahap lanjut bahkan sudah terjadi sirosis dan kanker hati. Pemerintah Indonesia telah melakukan serangkaian upaya-upaya yang telah dimulai sejak 1997 berupa imuniasi hepatitis B, deteksi dini Hepatitis B ibu hamil, pemberian immunoglobin pada bayi baru lahir dari ibu Hepatitis B, serta deteksi dini Hepatitis C.

Indonesia menyepakati komitmen global untuk eliminasi Hepatitis B dan C pada tahun 2030 yang didahului dengan tercapainya eliminasi Hepatitis B pada bayi dari ibu hamil yang reaktif Hepatitis B tahun 2022. Lalu seperti apa masalah hepatitis di Indonesia? Dan bagaimana cara untuk mencegahnya?

Prof. DR.dr. Hanifah Oswari, SpA(K) - Dokter Spesialis Anak konsultan Gastrohepatologi memberikan gambaran singkat mengenai apa itu hepatitis. Prof. Hanifah menjelaskan, hepatitis berasal dari kata hepar dan titis. Hepar artinya hati, dan titis artinya peradangan. Jadi hepatitis bisa diartikan telah terjadi peradangan di hati.

Peradangan di hati dapat dilihat secara jelas melalui mikroskop dengan mengambil biopsi jaringan hati. Dengan mikroskop kita dapat melihat sel-sel radang dari sel-sel hati ini.

Menurut Prof. Hanifah, saat ini Hepatitis B masih menjadi masalah besar di Indonesia dan di Asia Tenggara. Angka pengidap Hepatitis B di Indonesia adalah 2,7 persen. Artinya, dari 100 orang Indonesia ada sekitar 7 orang yang mengidap Hepatitis B, dan Indonesia merupakan peringkat pertama tertinggi di Asia Tenggara.

Tahun 2019 di Indonesia pernah terjadi peristiwa luar biasa penyakit Hepatitis. Terdapat 3.306 orang terkena Hepatitis A. Tahun 2021 tidak ada, tapi tahun 2022 terjadi lagi penularan, yaitu sebanyak 151 yang dilaporkan terjangkit hepatitis. Jadi sebetulnya hampir tiap tahun ada kejadian luar biasa Hepatitis A yang perlu kita waspadai.

Lebih lanjut penjelasan Prof. Hanifah terkait hepatitis bisa anda simak di KBR Prime, Spotify dan Youtube Berita KBR.

Baca juga: Kemenkes: Ada 70 Laporan Kasus Diduga Hepatitis Akut - kbr.id

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mengkritik Klaim Pemberantasan Korupsi di Era Jokowi

Most Popular / Trending