ADVERTORIAL

HANI 2021: War of Drugs, Siap menuju Indonesia Bersih Narkotika (BERSINAR)

BNN mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut bahu membahu “angkat senjata” berperang melawan narkotika dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki, dan bersama mewujudkan INDONESIA BERSINAR.

RAGAM

Senin, 12 Jul 2021 09:07 WIB

HANI 2021: War of Drugs, Siap menuju Indonesia Bersih Narkotika (BERSINAR)

Setiap tanggal 26 Juni selueuh warga di dunia memperingati Hari Anti Narkotika. World Drug Day merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang berdampak buruk untuk kesehatan, perkembangan sosial ekonomi, keamanan, dan kedamaian.

Tahun 2021 Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) diperingati di Indonesia dengan mengambil tema “Perang melawan Narkoba (War on Drugs) di Era Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar)”.

Penanganan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba menjadi fokus Presiden Joko Widodo sejak awal era kepemimpinannya. Sejalan dengan presiden, Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja lebih keras untuk keluar dari kondisi darurat tersebut.

Langkah strategis yang dilakukan BNN, yaitu melalui strategi soft power approach, hard power approach, dan smart power approach. Pada strategi soft power approach, BNN melakukan tindakan preventif agar masyarakat memilki ketahanan diri dan daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkotika. Program utama yang saat ini gencar dikampanyekan oleh BNN adalah Desa Bersinar di 553 desa/kelurahan.

Soft power approach dilakukan melalui upaya rehabilitasi pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba. BNN juga berupaya meningkatkan aksesibilitas layanan rehabilitasi melalui intervensi berbasis masyarakat di 34 provinsi dan 173 kabupaten/kota.

Dalam soft power approach, BNN juga melakukan pemberdayaan masyarakat, salah satunya dengan program Alternative Development di 14 desa di Aceh dan 128 desa kawasan rawan narkotika. Program ini membantu warga agar memiliki keterampilan yang berguna untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di kawaran rawan.

Sementara dalam pendekatan hard power approach, BNN bersinergai dengan aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku kejahatan tidak kejahatan narkotika agar mendapat hukuman yang maksimal. Pada tahun ini BNN telah mengungkap 107 jaringan sindikat berskala nasional dan internasional dari 126 jaringan yang berhasil dipetakan.

BNN juga terus memantau situasi peredaran narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar di Indonesia. Dari 1.047 jenis NPS yang beredar di dunia, BNN berhasil mengidentifikasi 86 jenis NPS yang kini telah memiliki ketetapan hukum, sehingga pengedar maupun penyalahgunanya akan dikenakan sanksi hukum sesuai dengan UU No. 35 Tahun 2009.

Pada strategi smart power approach, BNN memanfaatkan penggunaan teknologi informasi di era digital dalam upaya penanggulangan narkotika.

Pada peringatan HANI tahun ini, turut dimusnahkan barang bukti narkotika. Dengan tagline “War on Drugs”, BNN mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut bahu membahu “angkat senjata” berperang melawan narkotika dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki, dan bersama mewujudkan INDONESIA BERSINAR.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10