Kerjasama KBR dengan IKB LSPR

Wujudkan Kampus Merdeka, LSPR Jalin Kolaborasi dengan PPM

Di era kolaborasi mahasiswa bisa mempersiapkan masa depannya dengan sebaik-baiknya. Fokusnya bukan di persaingan, melainkan berlomba bersama untuk saling menguatkan

RAGAM

Jumat, 28 Mei 2021 14:30 WIB

Author

Paul M Nuh

Wujudkan Kampus Merdeka, LSPR Jalin Kolaborasi dengan PPM

Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR dan PPM selenggarakan webinar dan MOU signing bertajuk “The Era of Collaboration: Learning Business with LSPR & PPM School of Management”. Kerjasama ini merupakana salah satu perwujudan dari Tridharma Perguruan Tinggi yang melandasi setiap institusi pendidikan. MoU ditandatangani Dekan Fakultas Bisnis LSPR, Yuliana R. Prasetyawati, MM dan Ketua PPM School of Management, Prof. Bramantyo Djohanputro, MBA, Ph.D,. QIA.

Dekan Fakultas Bisnis LSPR, Yuliana R. Prasetyawati, MM


Yuliani menyampaikan bahwa kerjasama terdiri dari 2 hal, yaitu kerjasama program inkubasi dan kerjasama terkait Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat). Kerjasama ini sejalan dengan kebijakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Ketua PPM School of Management, Prof. Bramantyo Djohanputro, MBA, Ph.D,. QIA.


Senada dengan Yuliani, Prof. Bramantyo memaparkan, bahwa di era kolaborasi mahasiswa bisa mempersiapkan masa depannya dengan sebaik-baiknya. Fokusnya bukan di persaingan, melainkan berlomba bersama untuk saling menguatkan, sehingga sustainaibility setiap institusi semakin terdepan bersama-sama untuk pemulihan ekonomi nasional.

Rangkaian webinar diisi juga dengan pemaparan materi-materi dengan topik yang sangat menginspirasi. Vitha Octavanny, MM., Par. selaku Dosen dari LSPR menyampaikan topik yang berjudul Service Quality and Hospitality for Business. Topik lainnya, Technology That Changes Our Relationship with Money dibawakan oleh Aries Heru Prasetyo, S.E., M.M., Ph.D., CER, CAC, CRMP selaku Dosen dari PPM.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak