ADVERTORIAL

Hindari Berkerumun dan Bepergian untuk Meredam Lonjakan Kasus Covid-19

Masih ada peluang sebesaar 35% bagi orang yang sudah divaksin untuk tertular Covid-19. Jadi vaksinasi tidak menjamin kita kebal 100% terhadap Covid-19.

RAGAM

Jumat, 21 Mei 2021 21:00 WIB

Hindari Berkerumun dan Bepergian untuk Meredam Lonjakan Kasus Covid-19

Ilustrasi. Pos tes cepat antigen di Pos Pemeriksaan Kebon Nanas, Kota Tangerang, Banten, Kamis (20/5/2021). ANTARA FOTO/Fauzan/foc.

Kecenderungan masyarakat untuk melakukan perjalanan di setiap libur panjang memicu lonjakan kasus, karena kegiatan ini kerap diiringi dengan turunnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Menurut Dr. Sonny Harry B. Harmadi, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, aktivitas perjalan akan menciptakan kerumuman. Di sisi lain kepatuhan terhadap protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak cenderung menurun. Inilah yang menjadi pemicu lonjakan kasus, dan berimbas pada meningkatnya beban pelayanan kesehatan.

Di forum yang sama, yaitu Dialog bertema Terus Kencangkan Protokol Kesehatan yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis (20/5), dr. Lia G. Partakusuma Sp.PK. MM. MARS. Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mengungkapkan, “Kalau sampai 7-8 ribu pasien dirawat bersamaan, maka RS akan sangat kewalahan sehingga tidak bisa membantu dengan maksimal.”

Selain itu jumlah tenaga kesehatan juga dikhawatirkan tidak memadai. Saat ini kondisi keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) secara nasional memang kurang dari 30%, namun di beberapa daerah BOR cenderung meningkat signifikan. Aceh dan Sulawesi Barat kini sudah di atas 50%. Oleh karena itu pada tahun ini (2021) pemerintah memberlakukan larangan mudik.

Dr. Sonny mengakui kalau larangan mudik ini mampu menurunkan lalu lintas transportasi. Angkutan darat tercatat turun hingga 93%, sementara itu angkutan udara turun 70%. Aturan larangan mudik ini juga mampu menekan keinginan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman. Menurut Litbang Satgas Covid-19, animo masyarakat untuk mudik yang tadinya sebesar 33%, mampu turun menjadi 11% setelah dilakukan pelarangan mudik. Bahkan kecenderungan ini terus menurun hingga 7% seiring gencarnya pemerintah melakukan sosialisasi.

Prof. Dr. dr. Soedjatmiko SpA(K). Msi., Guru Besar FKUI mengimbau agar masyarakat tidak berkerumun di pusat perbelanjaan atau tempat wisata. Mengutip data Satgas Covid-19 beliau menyebutkan, bahwa dari 6-7 orang yang berkerumun terdapat 1 orang yang positif Covid-19.

Bagi yang sudah melakukan vaksinasi dua dosis pun diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Prof. Soedjatmiko menyatakan bahwa masih ada peluang sebesaar 35% bagi orang yang sudah divaksin untuk tertular Covid-19. Jadi vaksinasi tidak menjamin kita kebal 100% terhadap Covid-19.

Prof. Soedjatmiko menyarankan segera melapor Satgas Covid-19 dan RT/RW setempat, atau lakukan swab Antigen atau PCR jika ada anggota keluarga yang mudik atau berkerumun lebih dari 1 jam.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak