Bagikan:

Kerjasama KBR dengan GREENPEACE INDONESIA

Ramadan Vibes: Energi Terbarukan Bukan Lagi Barang Mahal

Potensi energi terbarukan sangat besar di Indonesia, nilainya mencapai 442 Gigawatt, atau 7 kali kapasitas listrik yang dipakai di seluruh Indonesia saat ini.

RAGAM

Rabu, 13 Apr 2022 08:00 WIB

Author

Paul M Nuh

Ramadan Vibes: Energi Terbarukan Bukan Lagi Barang Mahal

Ramadan Vibes: Energi Terbarukan Bukan Lagi Barang Mahal

Kita tahu bahwa krisis iklim ada di depan mata. Dan upaya menyelamatkan bumi dari pemanasan global adalah tanggung jawab kita bersama, salah satunya dengan penggunaan energi bersih terbarukan. Apa aja energi terbarukan yang bisa diterapin sebagai alternatif? Mana yang paling potensial? Dan bener gak sih investasi energi bersih itu harganya mahal banget?

Episode kali ini Reski Messanto ngobrol soal energi terbarukan bareng Adila Isfandiari (Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia), Gus Roy Murtadho (Pesantren Ekologi Misykat al-Anwar Bogor) dan Amalia Narya (Komunitas Solar Generation).

Menurut Adila, potensi energi terbarukan sangat besar di Indonesia, nilainya mencapai 442 Gigawatt, atau 7 kali kapasitas listrik yang dipakai di seluruh Indonesia saat ini. Tapi baru kita manfaatkan sebanyak 0,2 persen saja. Potensi paling besar adalah energi surya (matahari), yang baru dimanfaakan sebesar 0,1 persen. Sementara tren harganya sudah menurun sebesar 90 persen dalam kurun waktu 10 tahun. Begitu juga energi angin yang mengalami penurunan harga sebanyak 70 persen.

Kisah menarik dituturkan Gus Roy. Pesantrennya saat ini sudah menggunakan energi surya dalam kesehariannya. Pesan moral yang disampaikan, bahwa menggunakan energi itu harus bertanggung jawab. Tidak boleh semena-mena. Energi surga yang digunakan Roy menggunakan sistem off-grid. Menggunakan baterai, sehingga perhitungan awalnya sangat mahal. Tapi sangat aman dan murah jika dibanding energi batu bara. Energi batu bara dianggap murah, tapi mereka tidak memperhitungkan kerusakan lingkungan dan manusia.

Banyak orang beranggapan bahwa pakai energi terbarukan itu teknologinya mahal, pada akhirnya biayanya, atau modal awalnya sangat besar. Hal ini tidak bisa dijadikan alasan. Amalia berpendapat, biaya yang dia anggap investasi awal yang tinggi, dalam 10 tahun ke depan akan berasa manfaatnya.

Ada 3 sistem yang umum digunakan dalam teknologi tenaga surya, on-grid, off-grid dan hybrid. Sistem on-grid dianggap lebih murah dan efisien karena tidak menggunakan baterai dan cadangan listriknya disinkronkan dengan PLN. Sedangkan off-grid dan hybrid masih menggunakan baterai sebagai cadangan energi.

Episode ini merupakan gerakan kampanye Ummah4Earth, mengajak kita untuk menantang kebiasaan lama dan mengadopsi yang baru dengan cara yang menyenangkan demi menyelamatkan bumi lewat permainan Truth or Dare di situs https://tord.ummah4earth.org/ dengan tagar #Dare2gether #ChallangeToAction #Ummah4Earth #KrisisIklim #RamadanSeru #PantangPlastik.

Mau tau lebih dalam cerita mereka? simak Ramadan Vibes Season 2, Podcast KBR didukung oleh Greenpeace Indonesia di SpotifyKBR Prime, juga di Youtube Berita KBR.

Simak juga: Ramadan Vibes: Sekecil Apa Pun Kontribusi Umat Berguna bagi Bumi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Season 5 - Eps. 8 Chico