Bagikan:

Cakupan Vaksinasi Kanker Serviks Gratis Bakal Diperluas Tahun Depan

Vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks bersifat wajib dan akan dibiayai negara. Vaksin kanker serviks ini akan menyasar masyarakat yang berisiko secara bertahap.

NASIONAL

Jumat, 22 Apr 2022 16:21 WIB

kanker serviks

Ilustrasi. Vaksin HPV. (Foto: Wikipedia/Jan Christian/CC BY-SA 2.0)

KBR, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta cakupan vaksinasi HPV untuk kanker serviks diperluas di tahun depan.

"Saya minta ke Pak Maxi untuk tahun depan sudah 100 persen," kata Menteri Budi Gunadi, dalam konferensi pers Puncak Peringatan Pekan Imunisasi Dunia tahun 2022, Jumat (22/4/2022).

Budi Gunadi berharap, vaksinasi diberikan ke anak perempuan sebelum menstruasi. Sebab, kata dia, itu akan efektif mengurangi prevalensi kanker serviks.

Sementara itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, saat ini baru ada beberapa provinsi yang menjalankan program vaksinasi gratis pemerintah tersebut.

"Kita sudah introduksinya di beberapa kabupaten kota, salah satunya di Yogyakarta yang cukup banyak. Dan itu hasilnya baik mengurangi kanker. Makanya kami perluas tahun ini arahan Pak Menteri, untuk ditambah di delapan provinsi. Jadi empat provinsi di Jawa, ditambah Bali, dan tiga provinsi di Sulawesi," kata Maxi.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menambahkan, target awal di tahun ini yaitu daerah yang prevalensi kanker terbanyak.

Vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks bersifat wajib dan akan dibiayai negara. Vaksin kanker serviks ini akan menyasar masyarakat yang berisiko secara bertahap.

Baca juga:


Masalah besar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kematian ibu dan anak masih menjadi masalah besar di Indonesia.

Menurut Budi, penyebab kematian ibu paling banyak adalah karena kanker serviks. Sedangkan untuk anak-anak yaitu infeksi.

"Kematian ibu di Indonesia, kanker itu tinggi. Dan kanker yang paling tinggi adalah breast sama serviks. Itu adalah penyebab kematian ibu yang paling tinggi. Kalau anak kematian yang paling tinggi adalah infeksi. Infeksi apa yang terjadi di anak paling tinggi adalah diare sama pneumonia," ujar Menkes, pada Puncak Peringatan Pekan Imunisasi Dunia tahun 2022, Jumat (22/4/2022).

Budi Gunadi Sadikin menambahkan, vaksinasi kanker serviks, infeksi diare anak, dan pneumonia, akan masuk menjadi program imunisasi dasar lengkap. Kata Budi, program itu akan dilakukan secara bertahap.

Namun vaksinasi untuk kanker payudara, memang belum ada di program pemerintah.

"Untuk ibu kalau serviks cancer itu HPV, kematian anak pneumonia itu ada PCV dan diare ada Rotavirus," jelasnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun