Kerjasama KBR dengan NLR INDONESIA

Minimnya Informasi, Masih Ada Orang Anggap Kusta Penyakit Turunan atau Kutukan

Tingkat pengetahuan masyarakat yang baik dapat mendukung keberhasilan pemberantasan kusta. Oleh karena itu semakin publik tahu tentang kusta, semakin besar dukungan dalam pemberantasan kusta.

RAGAM

Rabu, 14 Apr 2021 08:47 WIB

Author

Paul M Nuh

Minimnya Informasi, Masih Ada Orang Anggap Kusta Penyakit Turunan atau Kutukan

Pemeriksanan bercak kusta. foto: NLR Indonesia

Kusta masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dengan penemuan kasus baru tahunan yang stagnan selama hampir 10 tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa penularan kusta masih terjadi. Pemerintah Indonesia dan organisasi yang menangani masalah kusta seperti NLR Indonesia terus melakukan berbagai inovasi untuk menghentikan penularan kusta seperti melalui pemberian obat pencegahan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan berbagai riset inovatif. Namun memang tanpa keterlibatan luas dari masyarakat, upaya penanganan kusta tidaklah cukup kuat.

Dari studi persepsi yang dilakukan NLR pada 350 orang peserta di Kota dan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Pamekasan, sebagian besar responden menganggap kusta adalah penyakit keturunan dan juga kutukan. Hanya 15% responden menganggap kusta disebabkan oleh kuman. Banyak peserta mengasosiasikan kusta dengan kecacatan/ deformitas (42,3%). Sementara tidak sedikit peserta mampu mengenali kusta dari bercak-bercak di kulit (39%).

Pulau Mantehage TEAM PEP preventive screening. Foto: NLR Indonesia

Gambaran di atas memperlihatkan rendahnya pengetahuan publik tentang kusta. Padahal, tingkat pengetahuan masyarakat yang baik dapat mendukung keberhasilan pemberantasan kusta. Oleh karena itu semakin publik tahu tentang kusta, semakin besar dukungan dalam pemberantasan kusta.

Untuk tujuan ini, NLR Indonesia memanfaatkan berbagai bentuk kanal yang dapat meningkatkan pengetahuan publik tentang kusta. Bekerja sama dengan stasion Radio KBR, NLR Indonesia menyelengarakan talkshow radio rutin bulanan, podcast, dan kampanye via media sosial yang menyasar masyarakat usia 18 hingga 50an tahun di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari Proyek SUKA (Suara untuk Kusta).

Proyek SUKA akan menggerakkan para blogger, jurnalis dan mahasiswa dari ilmu kesehatan, setidaknya di 13 provinsi endemis, untuk aktif mengampanyekan isu kusta melalui blogs, liputan berita, video, poster, social media, kompetisi-kompetisi tematik yang mendukung upaya penurunan stigma dan diskriminasi akibat kusta.

Camplong SCG Mattrass Making. Foto: NLR Indonesia

Sebagai organisasi yang menaruh perhatian besar pada kusta dan konsekwensinya, NLR Indonesia juga akan memperlihatkan kepada publik segala upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menangani masalah kusta. Selain itu diharapkan upaya ini juga membangkitkan minat dari pihak sektor swasta untuk terlibat aktif dalam pemberantasan kusta di Indonesia.

Dengan pengetahuan yang memadai tentang kusta, maka upaya deteksi dini penyakit kusta, pengetahuan tentang gejala awal kusta dan kusta sebagai penyakit menular, bukan kutukan atau dosa, merupakan bagian partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam memberantas kusta. Semakin orang tahu tentang gejala kusta, semakin cepat penyakit kusta ditangani dan disembuhkan dan dihentikan penularannya. Penanganan yang cepat terhadap penyakit kusta akan menghindari risiko disabilitas fisik dan mental pada penderitanya. Deteksi dini pada penularan kusta juga mempercepat upaya pencegahan dari dinas kesehatan melalui pemberian obat pencegahan pada kelompok masyarakat yang berkontak dengan penderita kusta.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10