ADVERTORIAL

Tiga Sebelum Tiga: Tips Siap Divaksin dari dr. Reisa

dr. Reisa: Pastikan kita siap divaksin saat giliran kita tiba. Dan ingat, vaksin yang terbaik adalah yang tersedia saat ini. Yang penting bukan merk vaksin, tapi manfaatnya yang utama.

RAGAM

Kamis, 25 Mar 2021 19:58 WIB

Tiga Sebelum Tiga: Tips Siap Divaksin dari dr. Reisa

Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dr. Reisa Broto Asmoro

Jakarta - Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dr. Reisa menyarankan agar anggota masyarakat yang sudah punya jadwal terkonfirmasi mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang hari vaksinasi.

Di periode Februari sampai dengan Maret 2021 ini, atau dalam tahap kedua Program Vaksinasi Covid-19 ini, Kementerian Kesehatan menargetkan kaum lanjut usia (Lansia) dan pelayan publik sebagai kelompok sasaran penerima vaksin.

Saat ini, sudah sekitar 6 juta masyarakat Indonesia yang menerima vaksin dosis pertama dan sekitar 2,5 juta orang yang sudah menerima vaksin dosis ke-2. Namun, sayangnya, laporan Kementerian Kesehatan RI per 21 Maret 2021, menunjukkan masih ada beberapa orang yang sudah terdaftar harus tertunda proses vaksinasi dikarenakan kondisi kesehatan yang belum memenuhi syarat untuk menerima vaksin.

Maka dari itu, Jubir dan Duta AKB dr. Reisa menyarankan “TIGA, SEBELUM TIGA” untuk mereka yang akan vaksinasi Covid-19.

“Praktekkan tiga langkah persiapan, sebelum mendapatkan tiga manfaat vaksinasi,” ujar dr. Reisa.

Pertama, Lakukan Pendaftaran dan Pastikan Apabila Nama Sudah Terdaftar.

Calon penerima vaksin yang merupakan sasaran vaksinasi pada periode ini sudah terdaftar di dalam Sistem Satu Data Vaksinasi yang dikembangkan pemerintah. Beberapa pos vaksinasi didirikan di berbagai kota besar dan membuka pendaftaran daring atau kolektif. Silahkan melakukan pendaftaran dengan cara yang tepat sesuai pentunjuk panitia penyelenggara sebelum datang ke tempat vaksinasi.

Kedua, Periksa Kesehatan dan Pastikan Kondisi Fit Sebelum divaksinasi.

Bagi calon penerima vaksin baik yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, ataupun yang selama ini belum mengetahui kondisi kesehatannya seperti apa, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan meminta rekomendasi dokter sebelum menerima vaksin covid-19.

“Dan kabar baik lainnya, Ibu menyusui saat ini juga sudah diketahui dapat diberikan vaksinasi,” ujar dr. Reisa. Beberapa ahli bahkan menduga imunitas yang didapat ibu menyusui dapat ditemukan pada bayinya.

Untuk menghindari tekanan darah tinggi pada saat skrining pemeriksaan kesehatan, dr. Reisa menyarankan agar calon penerima vaksin beristirahat atau tidur dengan cukup, menjalani gaya hidup sehat, tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol, berolahraga dengan rutin sesuai kapasitas tubuh masing-masing dan jauhi kondisi yang dapat menimbulkan stress berat.

Bagi masyarakat yang masih dalam pengobatan atau terapi, dr. Reisa menganjurkan untuk tetap melanjutkan konsumsi obat-obatan yang disarankan dokter dan tidak perlu dihentikan karena hendak vaksinasi Covid-19.

“Oh ya, boleh loh pasang foto selfie atau pose kita senang setelah divaksin. Sebarkan kabar gembira itu bagus, namun sertifikat vaksinasi tidak perlu di-posting ya. Cukup untuk arsip data kesehatan kita saja,” ucap dr. Reisa, mengingatkan bahwa di dalam sertifikat itu ada QR Code yang menyimpan data pribadi.

Ketiga, Pelajari Rangkaian Proses Vaksinasi

Dr Reisa juga menyarankan agar para calon penerima mempelajari pertanyaan-pertanyaan yang merupakan bagian skrining atau penyaringan peserta vaksinasi. Menurut Surat Edaran Ditjen P2P bertanggal 18 Februari 2021, setidaknya ada 14 pertanyaan yang harus bisa dijawab calon penerima vaksin di meja penyaringan.

Petunjuk teknis vaksinasi covid-19 menyatakan bahwa setiap pos vaksinasi setidaknya memiliki satu rangkaian proses dengan empat meja. Meja No.1 adalah registrasi atau verifikasi pendaftaran, Meja 2 adalah penyaringan dengan anamnesa dan pemeriksaan kesehatan, Meja 3 adalah tempat dilakukannya vaksinasi, dan Meja 4 adalah meja registrasi setelah penyuntikan yang disertai adanya ruang tunggu untuk dilakukannya masa observasi minimal 30 menit.

Selama menunggu, pelajari semua tentang dampak ringan yang umum terjadi pascavaksinasi. Kemudian setelah menerima surat bukti sudah divaksinasi, buat agenda di kalender untuk kembali mendapatkan dosis kedua.

Sekali lagi, Dr. Reisa mengingatkan bahwa vaksin telah terbukti menjadi penyelamat manusia dari berbagai macam jenis penyakit menular, bahkan dapat menghilangkan beberapa penyakit. Beberapa contoh penyakit yang tidak ada lagi di Indonesia karena kesuksesan vaksinasi adalah polio dan cacar varicella.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, dr. Reisa menggarisbawahi bahwa ketiga persiapan diatas dapat membuka peluang penerima vaksin menikmati tiga dampak positif vaksin.

Pertama, kekebalan tubuh penerima vaksin akan terbangun sehingga siap menghadapi serangan Covid-19 apabila sampai terpapar. Hasil uji klinis beberapa merk vaksin yang sudah disetujui Badan Kesehatan Dunia WHO dan Badan PPM menunjukkan bahwa vaksin covid-19 dapat melindungi dari dampak fatal atau kondisi kritis saat terkena virus SARS CoV-2, penyebab Covid-19. Namun dr. Reisa mengingatkan bahwa pertahanan melawan covid-19 bukan hanya vaksin, namun pencegahan lain seperti 3 M dan patuh protokol kesehatan tetap harus disiplin sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru.

Kedua, beban tenaga medis akan turun dan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit akan meningkat drastis. Beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat, yang telah memvaksinasi jutaan penduduk mereka menunjukkan penurunan drastis di angka kematian (case fatality rate) dan tingkat huni ruang gawat darurat (intensive care unit/ICU) atau yang disebut bed occupancy ratio. Laporan terkini Kemenkes RI dan Satgas Covid-19 menunjukkan bahwa ketersediaan tempat tidur RS sekarang rata-rata sudah dibawah 60 persen, sesuai rekomendasi WHO.

Ketiga, upaya memutus pandemi bersama-sama akan semakin terasa. Dokter Reisa mengingatkan bahwa penemuan vaksin Covid-19 adalah yang tercepat dalam sejarah teknologi kesehatan dan merupakan kerja keras ilmuwan, produsen vaksin, investor dan filantropis, serta komitmen pemerintahan untuk segera mengakhiri pandemi.

“Pastikan kita siap divaksin saat giliran kita tiba. Dan ingat, vaksin yang terbaik adalah yang tersedia saat ini. Yang penting bukan merk vaksin, tapi manfaatnya yang utama. Yuk gotong-royong, sukseskan vaksinasi covid-19. Lindungi diri, lindung negeri,” katanya.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri