Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Tembus 10 Juta Dosis, Pemerintah Targetkan Vaksinasi jadi 2 Juta per Hari

Bagi yang sudah divaksinasi, jangan lupa untuk tetap menjalankan protokol kesehatan 3M dengan disiplin sampai kita benar-benar mencapai kekebalan kelompok dan terbebas dari pandemi

RAGAM

Selasa, 30 Mar 2021 20:20 WIB

Author

Paul M Nuh

Tembus 10 Juta Dosis, Pemerintah Targetkan Vaksinasi jadi 2 Juta per Hari

Ilustrasi. Vaksinasi Covid-19 jemput bola di rumah seorang warga Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (30/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa per Jumat kemarin (26/3), Indonesia telah melakukan penyuntikan di atas 10 juta sasaran vaksinasi. Hal ini sekaligus menempatkan Indonesia dalam posisi 4 besar negara yang bukan produsen vaksin, tapi telah melakukan penyuntikan di atas 10 juta.

Menkes juga mengatakan bahwa vaksin Covid-19 sudah menjadi isu geopolitik di mana negara-negara di seluruh dunia saling berebut untuk mendapatkan vaksin. Oleh sebab itu, vaksin yang tersedia adalah vaksin yang terbaik untuk digunakan. Pemerintah harus mengombinasikan penggunaan berbagai macam merek vaksin Covid-19 dalam rangka memenuhi kebutuhan vaksin untuk seluruh populasi sasaran. Indonesia beruntung karena sudah menjalin kerja sama dengan 4 produsen vaksin, yaitu Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer. “Kamis kemarin (25/3), kita menerima tambahan 16 juta dosis vaksin asal Sinovac. Secara keseluruhan, kita telah menerima 57,6 juta dosis vaksin, termasuk yang dari AstraZeneca melalui mekanisme COVAX. Ketersediaan vaksin menjadi sangat penting dalam menjaga kelancaran program vaksinasi pemerintah,” kata Menkes.

Di sisi lain, Menkes juga menyampaikan bahwa saat ini di sejumlah negara di Eropa dan Asia kembali terjadi lonjakan kasus Covid-19. Penyebabnya adalah karena adanya jenis virus mutasi baru, yang juga sudah masuk ke Indonesia sejak awal tahun ini, serta mobilitas yang tinggi. “Terkait lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara, saya ingin sampaikan bahwa meski kita sudah mengalami percepatan dalam vaksinasi, kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan karena adanya potensi embargo dari negara produsen vaksin yang mengalami lonjakan kasus di negaranya. Kita perlu mengatur ritme vaksinasi agar tidak ada kekosongan vaksin nantinya,” ujar Menkes.

Menkes juga mendorong semua masyarakat untuk ikut mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19, khususnya kepada kelompok masyarakat lanjut usia 60 tahun ke atas. Dari kelompok prioritas kedua, lansia masih rendah tingkat partisipasinya padahal lansia paling rentan dibanding kelompok prioritas lain karena mudah sakit serta tingkat kematiannya tinggi.

Menkes kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak usah ragu-ragu divaksinasi saat gilirannya tiba. “Vaksin memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari risiko yang ditimbulkan. Ketika saatnya tiba untuk vaksinasi, tidak usah ragu-ragu. Apapun jenis vaksinnya, pasti aman dan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita. Bagi yang sudah divaksinasi, jangan lupa untuk tetap menjalankan protokol kesehatan 3M dengan disiplin sampai kita benar-benar mencapai kekebalan kelompok dan terbebas dari pandemi,” seru Menkes.

Dr. Ede Surya Darmawan, SKM,MDM, Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menyampaikan bahwa sejauh ini program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah sudah berjalan baik. “Angka 10 juta penyuntikan ini sudah bagus, tapi tetap butuh terus kita tingkatkan mengingat masih banyak masyarakat yang harus divaksinasi dari target kita 180 juta untuk mengejar herd immunity,” ujar Dr. Ede.

Dr. Ede mengatakan bahwa pada prinsipnya vaksinasi tersebut mempertemukan dua hal, orang dan vaksin. “Saat ini orang sudah mengantri. Berarti minat dari masyarakat sudah sangat tinggi. Salah satu yang butuh direspon saat ini adalah terkait dengan jadwal pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat luas, dan bagaimana ketersediaan vaksinnya serta kesiapan vaksinatornya. Sekarang kita sudah mampu untuk melaksanakan rata-rata 500 ribu penyuntikan perhari. Namun menurut saya hal ini masih butuh lebih ditingkatkan, perlu di speed up. Setidaknya kita butuh melakukan 2 juta penyuntikan per hari untuk mengejar target ini selesai di akhir tahun ini, ” ujar Dr. Ede.

Di tempat terpisah, dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD, FISQua, Ahli Patologi Klinis yang juga Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit UNS juga mengapresiasi capaian 10 juta penyuntikan vaksinasi ini. “Kita harus mensyukuri pencapaian yang telah kita raih dengan segala keterbatasan yang kita miliki saat ini,” ujar dr. Tonang.

Hari ini, harapan masyarakat terhadap vaksinasi sangat tinggi. Sehingga menjadikan minat masyarakat untuk divaksinasi juga sangat tinggi. “Namun yang menjadi tantangan adalah stok dari vaksin yang tersedia, jumlahnya masih sangat terbatas. Kita perlu mendukung upaya pemerintah yang terus berusaha untuk menyediakan vaksin dan mengendalikan kecepatan pelaksanaan vaksinasi harian, dan menjaga ketersediaan vaksinasi yang ada saat ini,” jelas dr. Tonang.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10