Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Kualitas Penanganan Pandemi Covid-19 di Jawa dan Bali Berdampak Menekan Kasus Nasional

Karakteristik daerah di Pulau Jawa dan Bali merupakan kota-kota besar dengan populasi yang padat, sehingga potensi penularan lebih tinggi di tengah-tengah masyarakat.

RAGAM

Jumat, 05 Mar 2021 21:09 WIB

Author

Paul M Nuh

Kualitas Penanganan Pandemi Covid-19 di Jawa dan Bali Berdampak Menekan Kasus Nasional

Ilustrasi. Petugas gabungan menggelar operasi yustisi di depan Posko PPKM Mikro Kelurahan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/3/2021). ANTARA/Moch Asim/wsj.

JAKARTA - Catatan Satgas Covid-19 dalam kurun waktu 1 tahun pandemic Covid-19 di Indonesia bisa menunjukkan seberapa baik penanganan pemerintah dan daerah dalam menanggulangi kasus Covid-19. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menuturkan provinsi-provinsi dari Pulau Jawa - Bali memiliki kontribusi terbesar terhadap kasus nasional. Hal itu disampaikan saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (4/3/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Hampir seluruh provinsi di Jawa dan Bali, menurut catatan Satgas selalu berada di sepuluh besar setiap bulan, kecuali bulan Oktober 2020 dimana hanya 4 provinsi masuk 10 besar.

Di Pulau Jawa dan Bali terdapat beberapa provinsi yang konsisten menduduki 4 besar penambahan kasus tertinggi bulanan dalam kurun tahun 2020 dan 2021. Yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Keempat provinsi ini konsisten menduduki 4 besar terlihat pada bulan April, September, Oktober, November, Desember di tahun 2020, serta Januari dan Februari 2021.

Keempat provinsi tersebut bersama provinsi lain yang masuk 10 besar, menyumbangkan lebih dari 90 persen kasus nasional pada masa awal pandemi. Meski demikian dengan upaya daerah meningkatkan kualitas penanganan, menunjukkan trennya terus menurun hingga terlihat pada bulan Februari 2021 menjadi 80 persen. Dan kontribusi 10 besar provinsi menjadi tidak setinggi masa awal pandemi.

Secara karakteristik daerahnya, provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Bali merupakan daerah dengan kota-kota besar dengan populasi lebih padat dibandingkan provinsi di pulau lainnya. Sehingga potensi penularan lebih tinggi di tengah-tengah masyarakat.

Dan hal ini juga yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa - Bali tingkat kabupaten/kota yang dimulai sejak awal Januari 2021 dilanjutkan PPKM mikro tingkat desa dan kelurahan. Dan kebijakan ini dirasa menjadi salah satu langkah yang tepat memperbaiki kondisi akibat pandemi ini.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Belajar dari Lonjakan Kasus di India

Kabar Baru Jam 7

Gua Hira dan Cahaya Semesta

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Tenggelamnya Kapal Selam dan Upaya Modernisasi Alutsista